News

Mahasiswa di Malang Terlibat ISIS Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun

IA ditangkap pada Senin 23 Mei sekitar pukul 12.00 WIB


Mahasiswa di Malang Terlibat ISIS Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun
Ilustrasi Anggota Densus 88 melakukan penggerebekan (AKURAT.CO/Hendrik Situmorang)

AKURAT.CO, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap mahasiswa berinisial IA (22) yang diduga terlibat tindak pidana terorisme.

Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan IA disangkakan melanggar Undang Undang Pemberantasan Tindak Terorisme yang tertuang dalam Pasal 15 Jo 7 dan Pasal 13A Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun," ujar Aswin kepada wartawan, Kamis (26/5/2022).

baca juga:

IA merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di kota Malang. Dia ditangkap pada Senin (23/5) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan IA berperan sebagai pengumpul dana untuk membantu kegiatan ISIS di Indonesia.

"Kemudian yang bersangkutan mengelola media sosial dalam rangka menyebarkan materi-materi ISIS terkait tindak pidana terorisme," kata Ramadhan.

Tak sampai di situ, tersangka IA juga terlibat komunikasi intens dengan seseorang tersangka teroris lainnya berinisial MR yang telah ditangkap terlebih dahulu. 

Sebelumnya, MR telah ditetapkan sebagai tersangka teroris kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) dan telah ditangkap awal 2022 lalu.

"Komunikasi intens ini dalam rangka merencanakan amaliyah (bom bunuh diri) di fasilitas umum dan kantor-kantor polisi," jelas Ramadhan.