Olahraga

Madura United Ikut Terkena Dampak PPKM Darurat

Madura United merupakan salah satu klub yang terkena dampak PPKM darurat.


Madura United Ikut Terkena Dampak PPKM Darurat
Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan saat memimpin skuatnya menjalani latihan rutin (TWITTER/@MaduraUnitedFC)

AKURAT.CO, Klub-klub Liga 1 Indonesia mulai merasakan dampak Penerapan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang sudah berlaku sejak 3 Juli sampai 20 Juli 2021. Salah satunya adalah Madura United.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Madura United memang berencana untuk mengadakan pemusatan latihan di Jakarta untuk persiapan menghadapi Liga 1 Indonesia 2021.

Bahkan pelatih Madura United, Rahmad Darmawan telah memutuskan untuk memberikan jatah libur ke para pemainnya sebelum berangkat ke Jakarta. Alhasil, hingga saat ini para pemain tengah berada di rumah masing-masing.

“Enggak sengaja, sebenarnya kemarin justru mau TC di Jakarta tgl 30 juni-9 Juli, saat mau berangkat tanggal 29 Juni. Kita batalkan sementara, pemain sudah terlanjur kita kasih libur 2 hari dan kembali ke rumah bahkan ada yang sudah beli tiket ke Jakarta,” jelas Rahmad Darmawan.

RD -sapaan akrab Rahmad Darmawan- menyebut sejatinya skuat tim berjuluk Sapeh Kerrab itu sudah siap bertolak ke Jakarta. Namun, ditundanya kick off dan adanya penerapan PPKM Darurat membuat rencana TC urung terlaksana.

Seperti di masa awal-awal pandemi tahun lalu, meski libur para pemain Madura United tetap harus menjalankan program latihan sesuai dengan arahan tim pelatih.

Pelatih yang juga pernah menukangi Tira Persikabo itu pun berharap selama di rumah masing-masing, para pemain Sapeh Kerrab bisa menjaga kondisi kebugaran fisik dan mematuhi aturan protokol kesehatan.

“Hanya mengingatkan pemain jaga kondisi dengan latihan sendiri di rumah,” pungkas mantan pelatih Persija Jakarta itu, sebagaimana diberitakan Liga Indonesia Baru.

Sebagaimana perlu diketahui, PPKM Darurat diambil Pemerintah setelah terjadi lonjakan COVID-19 yang terus menanjak selama sebulan terakhir hingga hari ini.

Jumlah kasus harian virus corona di Jakarta sekarang ini sudah berkisar di 9 ribu kasus setiap harinya, sememtara jumlah pemakaman menggunakan protap COVID-19 juga ikut meroket selama sepekan ini dengan jumlah pemakaman di atas 300 jenazah per hari. Pemerintah berharap PPKM darurat ini bisa menghentikan angka kematian akibat virus corona.[]