Olahraga

Madrid Ajukan Minat jadi Tuan Rumah Formula 1

Spanyol sendiri sudah menjadi tuan rumah balapan F1, di mana gelaran berlangsung di Sirkuit Katalunya.


Madrid Ajukan Minat jadi Tuan Rumah Formula 1
Para pembalap Formula 1 memulai Grand Prix Spanyol 2020 yang berlangsung di Sirkuit Katalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (16/8) (TWITTER/@F1)

AKURAT.CO, Madrid telah secara resmi menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah balapan Formula One (F1). Hal tersebut disampaikan langsung oleh pemerintah kota setempat.

Meskipun tidak ada lintasan kelas Formula 1 di Madrid, Ibu Kota Spanyol itu yakin dapat membuka pembicaraan dengan penyelenggara F1, Liberty Media tentang peluang untuk menjadi tuan rumah balapan.

Spanyol sendiri sudah menjadi tuan rumah balapan F1, di mana gelaran berlangsung di Sirkuit Katalunya, Barcelona, yang memiliki kontrak menjadi tuan rumah hingga 2026.

baca juga:

"Saya ingin mengkonfirmasi komitmen kami kepada Anda dan proyek ini," tulis menteri kabinet pemerintah daerah Madrid, Enrique Lopez dalam sebuah surat kepada CEO F1, Stefano Domenicali dikutip Reuters.

"Serta kesediaan kami untuk menandatangani perjanjian yang sesuai untuk mempromosikan perlombaan dan menawarkan tontonan olahraga dan hiburan yang hebat."

Sayang, rincian lebih lanjut mengenai tawaran tersebut tidak diungkapkan. Selain itu, penyelenggara Formula 1 juga menolak untuk berkomentar terkait minat yang diajukan Ibu Kota Spanyol tersebut.

Madrid sebelumnya pernah menjadi tuan rumah Grand Prix Formula 1 antara tahun 1968 dan 1981 di Sirkuit Jarama.

Sayang, sirkuit yang memiliki panjang 3.404 km itu sudah ketinggalan zaman dan membutuhkan renovasi besar untuk bisa menjadi tuan rumah balapan lagi.

Tahun lalu, pemerintah daerah Morata de Tajuna (36 km selatan Madrid), mengkonfirmasi bahwa mereka sedang berusaha membangun sirkuit FIA Grade 1 dengan ambisi menjadi tuan rumah balapan F1 dan MotoGP di masa depan.

Terlepas dari minat Madrid menjadi tuan rumah, di tahun ini sendiri balapan Formula 1 memiliki rekor dengan menggelar 23 balapan.

Selain itu, penyelenggara juga ingin memperluas jangkauan geografis olahraga mereka terutama melihat penambahan tempat di Afrika dan Amerika Serikat.[]