News

Mabes TNI AU Klarifikasi Permasalahan INKOPAU dengan Pengelola Golf Matoa

Mabes TNI AU Klarifikasi Permasalahan INKOPAU dengan Pengelola Golf Matoa
Lapangan Golf Matoa di Jagakarsa, Jakarta Selatan (AKURAT.CO/Yudi Permana)

AKURAT.CO, Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Udara (AU) melalui Kepala Dinas Penerangan Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah memberikan klarifikasi berkaitan permasalahan Induk Koperasi TNI AU (INKOPAU) dengan PT Saranagraha Adisentosa (PT SAS) dalam pengelolaan Golf Matoa. 

Menurutnya, dasar perjanjian kerjasama yang dibuat pada 18 Maret 1993 antara Yayasan Adi Upaya (Yasau) Jakarta dengan PT SAS tentang pembangunan dan pengelolaan Golf Course & Country Club (Golf Matoa). Kemudian Amandemen I dan II beserta Perjanjian Substitusi antara Yasau, INKOPAU dengan PT SAS.

Dengan mengacu dasar tersebut tentang permasalahan kerjasama pemanfaatan aset lapangan Golf Matoa, Marsekal Indan Gilang menjelaskan bahwa PT SAS dan Yasau pada 18 Maret 1993, menandatangani perjanjian kerjasama Pembangunan dan pengelolaan Golf Matoa untuk jangka waktu 30 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian.  

baca juga:

"Jangka waktu perjanjian tersebut terakhir melalui addendum II diubah menjadi 25 tahun terhitung sejak operasional tanggal 18 Maret 1996 sampai dengan tanggal 18 Maret 2021, dan akan diperpanjang selama 5 tahun sejak berakhirnya perjanjian," kata Gilang dalam keterangan resminya, Sabtu (6/3/2021). 

Adapun, pihak Yasau dalam perjanjian disubstitusikan kepada INKOPAU pada 26 September 2008. 

Dalam perjanjian tersebut mengatur jika setelah kerjasama ini berakhir dan pihak INKOPAU akan menjalin kerjasama dengan pihak dari luar TNI AU untuk mengelola Golf Matoa tersebut.   

"Maka apabila pembagian keuntungan sama, pihak Kedua (PT SAS) akan mendapat prioritas pertama untuk menjalin kerjasama dengan pihak Kesatu (INKOPAU)," ujarnya.   

Berdasarkan ketentuan perjanjian tersebut, kata Gilang, dimungkinkan masuknya pihak mitra lainnya selain PT SAS untuk bekerjasama dengan INKOPAU, dengan syarat pembagian keuntungan yang akan diberikan lebih besar dari keuntungan yang diberikan oleh PT SAS.  

"Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan lapangan Golf Matoa, PT SAS sejak 2014 tidak mampu melaksanakan kewajiban memberikan pembagian keuntungan kepada INKOPAU dengan alasan mengalami kerugian," ucapnya. 

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu