News

Mabes TNI AD Terjunkan 25 Perwira Tingginya, untuk Apa?


Mabes TNI AD Terjunkan 25 Perwira Tingginya, untuk Apa?
Perwira Tinggi Koordinator Wasev PJO TMMD yang juga Irjenad, Mayjen TNI Suko Pranoto, di acara Rakor Wasev TMMD ke-106 di Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019) (Dok. Dispenad)

AKURAT.CO, Untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106, TNI AD menerjunkan 25 Perwira Tinggi (Pati) dan 15 Perwira Menengah (Pamen) berpangkat Kolonel sebagai Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev).

Perwira Tinggi Koordinator Wasev Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD, Mayjen TNI Suko Pranoto, dalam arahannya di acara Rapat Koordinasi (Rakor) Wasev TMMD ke-106 di Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019), mengungkapkan bahwa kegiatan Wasev TMMD ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari Satuan Tugas (Satgas) TMMD tentang permasalahan yang terjadi di lapangan, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh Satgas.

"Selain itu untuk memperoleh masukan dari pihak terkait untuk perbaikan pelaksanaan TMMD yang akan datang, juga untuk mengetahui kendala yang dihadapi Satgas," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Suko yang sehari-harinya menjabat sebagai Irjenad itu menjelaskan bahwa Rakor Wasev TMMD ke-106 dilaksanakan untuk menyamakan visi, misi, persepsi serta penyampaian informasi tentang rencana kegiatan Wasev Program TMMD ke-106 yang akan dibuka pada tanggal 2 Oktober 2019.

"Diharapkan dari Rakor ini diperoleh keseragaman pola tindak dalam pelaksanaan Wasev, baik di tingkat Pusat maupun Daerah," ujar mantan Pangdam XVI/Pattimura itu.

Selain itu, lanjut Suko, juga untuk mengetahui sejauh mana kegiatan yang sudah dilaksanakan dan kendala apa yang dihadapi oleh Satgas dalam melaksanakan program TMMD, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik, lancar sesuai rencana, serta memperoleh hasil yang optimal.

Sementara itu, Aster Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, mengatakan bahwa program TMMD salah satu bentuk Operasi Bakti TNI yang merupakan program terpadu, dilaksanakan secara lintas sektoral antara TNI, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah dan seluruh komponen bangsa.

"Perencanaan kegiatan pun dilaksanakan secara bottom up planning sehingga output yang dihasilkan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat," katanya.

Menurut Agus, semua itu diharapkan dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui pembangunan bersifat fisik dan non fisik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dalam rangka memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat guna menjaga keutuhan Wilayah NKRI.

Sedangkan Sekretaris PJO TMMD 106, Kolonel Inf Yudianto Putrajaya, mengungkapkan bahwa tema yang diusung TMMD kali ini yaitu 'Melalui TMMD Kita Wujudkan Percepatan Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat'.

Yudianto juga mengajak seluruh peserta agar mendorong Satgas TMMD untuk senantiasa menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara, guna mendukung percepatan pembangunan di daerah sasaran TMMD.

"Hal ini dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan ketahanan nasional yang tangguh di seluruh wilayah Indonesia," ungkapnya.

Sekadar informasi, kegiatan Wasev TMMD ke-106 tersebut dilaksanakan di 40 Satgas dan akan dimulai pada 7 hingga 31 Oktober 2019 mendatang.[]