News

MA Diminta Turun Tangan Atasi Kasus Mafia Hukum di Pengadilan

Joko Sasongko meminta Ketua Mahkamah Agung RI dan Kepala Bawas MA aktif melakukan pengawasan terhadap perilaku oknum hakim di Pengadilan Negeri Batam.


MA Diminta Turun Tangan Atasi Kasus Mafia Hukum di Pengadilan
Gedung Mahkama Agung (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Ketua Satgas Antimafia Peradilan Merah Putih Joko Sasongko meminta Ketua Mahkamah Agung RI dan Kepala Bawas MA aktif melakukan pengawasan terhadap perilaku oknum hakim di Pengadilan Negeri Batam.

Mereka diduga terlibat praktek mafia hukum yang menimpa Dedy Supriadi bersama anaknya, Dwi Buddy Santoso. Keduanya divonis bersalah dengan hukuman penjara dua tahun atas perbuatan yang tidak dilakukannya.

"Kasus ini harus mendapat perhatian dari Jaksa Agung RI, Ketua Mahkamah Agung RI, dan Kapolri, agar langkah para mafia hukum di Batam ini terhenti," kata Joko Sasongko kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Peradilan sesat Deddy dan Dwi itu bermula adanya laporan palsu oleh Kasidi alias Ahok, pedagang besi tua di Batam yang juga Direktur PT. Karya Sumber Daya, melalui kuasa hukumnya bernama Minggu Sumarsono.

Kasidi menuding Deddy dan Dwi menggelapkan barang berupa besi scrap crane noel seberat  125 ton besi dan 60 ton tembaga. Kasidi mengaku rugi Rp3 miliar. 

Dalam perjalanan kasus permasalahan antara Kasidi dengan Mohammad Jasa bin Abdullah telah selesai, dengan cara mengurangi jumlah hutang Kasidi alias Ahok kepada Mohammad Jasa bin Abdullah. 

Namun Kasidi tidak mencabut laporannya setelah mengetahui ada sebagian besi tua milik Mohammad Jasa bin Abdullah seberat 58.490 ton dibeli oleh Usman alias Abi dan Umar, musuh beratnya dalam perdagangan besi tua di Batam.[]

Arief Munandar

https://akurat.co