Lifestyle

M-Beauty Academy Gelar Uji Kompetensi Beautician untuk Klinik Kecantikan

M-Beauty Academy ingin kapster dan para stylish harus terstandar nasional dan internasional


M-Beauty Academy Gelar Uji Kompetensi Beautician untuk Klinik Kecantikan
M-Beauty Academy Gelar Uji Kompetensi Beautician (INSTAGRAM/m_beauty_academy)

AKURAT.CO, Kamu tentu pernah kecewa, ketika melakukan perawatan di sebuah klinik kecantikan atau salon, karena banyak alasan. Mulai dari kurang terampilnya kapster atau stylist, metode treatment yang tidak nyaman, pemakaian produk yang kurang sesuai, dan rekomendasi pasca treatment yang tidak maksimal.

Ini semua karena para tenaga terampil itu belum memiliki standar kerja baku, dari sebuah proses sertifikasi yang diakui secara nasional bahkan internasional.

Maka, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) M-Beauty Academy kemudian melakukan Uji Kompetensi Beautician atau tata kecantikan kulit wajah.

Uji kompetensi tata kecantikan kulit wajah ini digelar sebagai syarat legal praktik klinik kecantikan, yang diikuti puluhan peserta yang dari Jawa Timur, di Hotel Harris Gubang, Surabaya, Jatim, pada 4-5 September 2021 lalu.

Mereka menggandeng Ima Aesthetic Center (IAC), LSP Escrins dan BNSP, sehingga legalitas sertifikasi ini sudah berstandar nasional dan internasional, dengan sertifikat Garuda dari BNSP.

Penanggungjawab program ini, dr. Mufiana Ari Utami, M.Si, menyebutkan bahwa uji kompetensi yang dilakukan ini berupa teori, praktik dan wawancara.

“Karena memang ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin membuka praktik klinik kecantikan dan memiliki surat izin usaha. Legalitas dan sertifikat ini juga nantinya menjadi bukti bahwa pelayanan kecantikan yang diberikan peserta sudah aman dan terstandarisasi,” ujarnya kepada Akurat.co, Kamis, (16/9).

M-Beauty Academy Gelar Uji Kompetensi Beautician untuk Klinik Kecantikan - Foto 1
M-Beauty Academy gelar Uji Kompetensi Beautician INSTAGRAM/m_beauty_academy

M Beauty Academy juga menggandeng dua asesor tersertifikasi BNSP yakni Khusnul Khotimah dan Retno Pudjiati. Khusnul Khotimah menjelaskan bahwa selain memiliki izin dan sertifikasi yang baik, program Uji Kompetensi Beautician ini akan memberikan bukti bahwa konsumen tidak perlu ragu untuk melakukan perawatan di klinik tersebut. Karena, tugas beautician tak hanya melakukan praktik kecantikan, tetapi masih banyak hal lainnya yang menjadi tugasnya.

“Misalnya konseling kesehatan kulit, memberikan saran produk kulit yang aman, melakukan analisa mengenai kebutuhan konsumen dan praktik perawatan kecantikan kulit dan wajah,” tutur Khotimah.

Sertifikasi ini sangatlah penting, karena hasil Uji Kompetensi Beautician ini menentukan apakah peserta sudah layak menjalankan operasional klinik kecantikan dengan standar operasional dan keamanan yang baik, atau tidak. Mereka juga harus patuh pada serangkaian aturan dan kaidah yang ada, karena klinik kecantikan tersebut menggunakan tenaga kerja bersertifikasi Badan Standar Nasional Sertifikasi Kompetensi, dalam menjalankan usahanya.[]