Olahraga

Lupakan Kejadian All England, Greysia Polii Fokus Olimpiade

Indonesia dipaksa mundur dari All England karena satu pesawat dengan penumpang yang terkonfirmasi corona.


Lupakan Kejadian All England, Greysia Polii Fokus Olimpiade
Pebulu tangkis Gresyia Polii usai menerima vaksin di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). (FOTO/Cosmas Kopong Beda)

AKURAT.CO, Pebulu tangkis spesialis ganda putri Greysia Polii berusaha melupakan kejadian yang menimpa tim Indonesia di All England. Atlet 33 tahun itu kini fokus mempersiapkan diri untuk berprestasi di Olimpiade Tokyo tahun ini.

Greysia Polii dan kawan-kawan sudah tiba di tanah air melalui bandara Soekarno-Hatta, Senin (22/3) malam WIB. Mereka disambut oleh Sekjen PB PBSI Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kepulangan tim Indonesia ini lebih cepat dari peraturan karantina yang diterapkan di Inggris. Semula rombongan Merah Putih dinyatakan harus menjalani isolasi di Birmingham hingga 23 Maret.

”Ini adalah ujian dan tempaan yang bagus buat kita disini semuanya karena kita dikasih tantangan bagaimana untuk bisa berprestasi nanti di Olimpiade Tokyo 2021,” ujar Greysia sebagaimana dikutip dari situs Kemenpora.

Perjalanan Indonesia di All England tahun ini berakhir mengecewakan. Greysia Polii dan rekan-rekan dipaksa mundur dari turnamen tertua itu karena satu pesawat dengan penumpang yang kemudian terkonfirmasi positif corona.

Rombongan Indonesia pun dipaksa mundur dari ajang Super 1000 itu meski sudah memainkan beberapa sektor. Kejadian ini menimbulkan kekecwaan besar di benak atlet bulu tangkis tanah air karena mereka semua terkonfirmasi negatif usia menjelani tes usap menjelang laga.

“Saya rasa ini hal yang positif untuk kami setelah kami merenung. Saya bangga sebagai bagian dari tim bulutangkis Indonesia ini dan menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan yang terbaik di Olimpiade nanti,” ujar Polii.

All England sebenarnya tidak termasuk dalam turnamen untuk kualifikasi Olimpiade. Meski demikian, ajang tersebut penting bagi penentuan peringkat dunia yang memiliki pengaruh pada penetapan unggulan dalam undian Olimpiade.

Setelah kekecewaan besar di All England, tim Indonesia langsung mempersiapkan diri untuk tiga turnamen besar berikutnya. Ketiga turnamen itu adalah India Terbuka, Malaysia Terbuka, dan Singapura Terbuka.