Rahmah

Lupa Jumlah Raka'at Salat Setelah Salam, Perlukah Mengulang Salat dari Awal?

Aturan yang benar dalam Islam saat Anda lupa bilangan rakaat salat


Lupa Jumlah Raka'at Salat Setelah Salam, Perlukah Mengulang Salat dari Awal?
Salat Jemaah (pinterest.com)

AKURAT.CO  Salah dan lupa adalah dua sifat manusia yang tidak bisa dihilangkan. Manusia merupakan makhluk yang lemah dan memiliki kekurangan dalam banyak hal. Sehingga sangat mustahil manusia hidup tanpa salah dan lupa.

Kelupaan ini juga sangat mungkin terjadi saat seseorang salat. Biasanya, adalah soal jumlah rakaat salat. Tapi, bagaimana jika lupa jumlah rakaat salat ini setelah salam? Apakah ia harus mengulang salatnya, atau tidak perlu?

Dikutip dari NU Online, apabila kondisi ini menimpa seseorang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan berdasarkan penjelasan al-Qaffal dalam kitabnya Hilyatul Ulama fi Ma’rifatil Madzahibil Fuqaha.

Berikut penjelasannya:

 وإن نسي ركعة من ركعات الصلاة وذكرها بعد السلام فإن لم يتطاول الفصل أتى بها وبنى على صلاته وإن تطاول الفصل استأنفها وفي حد التطاول أوجه أحدها قال أبو إسحاق إن مضى قدر ركعة فهو تطاول وقد نص عليه الشافعي رحمه الله في البويطي والثاني أنه يرجع فيه إلى العرف والعادة فإن مضى ما يعد تطاولا استأنف وإن مضى ما لايعد تطاولا بنى والثالث قال أبو علي بن أبي هريرة إن مضى قدر الصلاة التى نسي فيها استأنف وإن كان دون ذلك بنى 

Artinya: "Jika lupa sebagian raka’at shalat dan baru ingat setelah salam, kita boleh menambahkan rakaat yang dilupakan secara langsung bila selang waktunya tidak terlalu lama. Apabila jeda keduanya terlalu lama, kita wajib mengulang shalat secara keseluruhan. 

Ulama berbeda pendapat perihal seberapa lama selang waktunya. Menurut Abu Ishaq, jeda keduanya hanya kisaran durasi satu rakaat. Jika jedanya kurang dari durasi satu rakaat, dia boleh menambahkan bilangan rakaat yang terlupakan. Tetapi bila melebihi kadar satu rakaat shalat, ia diwajibkan mengulang shalat. Pendapat ini merupakan pandangan Imam asy-Syafi’i sebagaimana dikutip al-Buwaiti. 

Pendapat kedua mengatakan, takaran jeda keduanya didasarkan pada kebiasaan atau tradisi masyarkat setempat. Bila menurut kebiasaan masyarakat, durasi jeda sudah terlalu lama, ia harus mengulang shalat. Tetapi jika durasi jedanya sebentar, ia hanya diwajibkan menambah raka‘at yang dilupakan. 

Sementara menurut pendapat ketiga sebagaimana dikatakan Abu ‘Ali Ibnu Abu Hurairah, durasi jeda antara lupa dan menyempurnakan kekurangan raka’at diukur berdasarkan ukuran lamanya rakaat shalat yang dilupakan. Apabila jedanya kelewat lama, ia mesti mengulang dari awal. Kalau hanya sebentar, ia cukup menyempurnakan kekurangan raka’at yang terlupa."

Kesimpulannya: jika seseorang lupa jumlah rakaat salat setelah salam, maka langsung menyempurnakan salatnya. Misalnya lupa salat Isya baru 3 rakaat, maka langsung menambahinya (berdiri lagi menambah junlah rakaat) setelah salam. Tapi dengan syarat, kesadaran akan kekurangan itu belum lama setelah ia melakukan salam. Jika sudah lama, maka ia harus mengulang salatnya. Adapun kadar lama atau tidak ialah bergantung pada urf (tradisi) masyarakat setempat. Wallahu A'lam.[]