Ekonomi

Lulusan SMK Masih Dominasi Jumlah Pengangguran di Indonesia, Kenapa?


Lulusan SMK Masih Dominasi Jumlah Pengangguran di Indonesia, Kenapa?
Pelajar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 57, Jakarta, Senin (2/4). Sebanyak 1.485.302 siswa dari 13.054 sekolah menengah kejuruan (SMK) akan mengikuti ujian nasional (UN) pada Senin (2/4) hingga Kamis (5/4) (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Badan Pusat Statististik (BPS) mengumumkan jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2019 sebanyak 6,82 juta orang. Jumlah ini menurun 50 ribu orang dari posisi Februari 2018 yang sebanyak 6,87 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah pengangguran terbanyak masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diantara tingkat pendidikan lainnya. Sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) kebawah.

"Tingkat pengangguran terbuka tertinggi pada jenjang pendidikan SMK sebesar 8,63 persen," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Adapun tingkat pengangguran dari penduduk berpendidikan SD ke bawah sebesar 2,56 persen. Pria yang akrab disapa Kecuk tersebut mengungkapkan hal itu lantaran mereka yang mengenyam pendidikan SD kebawah tidak pilih-pilih dalam mencari pekerja.

Sementara itu tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 5,18 persen, kemudian lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,19 persen. Lalu tingkat pengangguran dari lulusan pendidikan Diploma I/II/III sebesar 7,92 persen.

"Sedangkan dari lulusan universitas tingkat penganggurannya 6,31 persen," pungkas Kecuk. []