News

Lulusan SD Dominasi Tenaga Kerja di Sulut

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat tenaga kerja di daerah itu didominasi masyarakat berpendidikan sekolah dasar (SD).


Lulusan SD Dominasi Tenaga Kerja di Sulut
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS), di Jakarta, Rabu (1/8/2018). (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat tenaga kerja di daerah itu didominasi masyarakat berpendidikan sekolah dasar (SD).

"Pada Februari 2021, penduduk bekerja masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD ke bawah, yaitu sebanyak 31,38 persen," kata Kepala BPS Sulut Asim Saputra, di Manado, Jumat (14/05/2021).

Dia mengatakan tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas dari tenaga kerja.

Sementara itu, katanya, tenaga kerja yang berpendidikan tinggi, yaitu diploma dan universitas sebesar 13,76 persen.

Menurut Asim, kontribusi penduduk bekerja menurut pendidikan masih menunjukkan pola yang sama, baik pada Februari 2020 maupun Agustus 2020.

Dibandingkan dengan Februari 2020, katanya, kontribusi pendidikan pada penduduk bekerja mengalami penurunan pada pendidikan diploma I/II/III (0,57 persen poin), Universitas (0,49 persen poin), SMA (0,18 persen poin) dan SD ke bawah (0,07 persen poin).

Sementara, katanya, apabila dibandingkan Agustus 2020 kontribusi pendidikan pada penduduk bekerja turun pada pendidikan SMA (1,43 persen poin), SMP (1,23 persen poin), universitas (0,33 persen poin) dan diploma I/II/III (0,28 persen poin).

Untuk penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah dan SMK, katanya, mengalami peningkatan kontribusi, masing-masing sebesar 1,95 persen poin dan 1,31 persen poin.

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 sebanyak 1,23 juta orang, naik 3,99 ribu orang dibanding Agustus 2020. Meski demikian, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mengalami penurunan tipis sebesar 0,14 persen poin.

Penduduk yang bekerja sebanyak 1,14 juta orang, meningkat sebanyak 4,77 ribu orang dari Agustus 2020. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor (1,25 persen poin).

Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar, yaitu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (3,87 persen poin). Sebanyak 715,87 juta orang (62,82 persen) bekerja pada kegiatan informal, naik 2,36 persen poin dibanding Agustus 2020.[]

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co