Ekonomi

Luhut: Sosialisasi Penggunaan PeduliLindungi Bakal Beli Migor Curah Diperpanjang 3 Bulan

Luhut juga meminta kepada pengecer dan pembeli untuk segera membiasakan diri untuk menggunakan aplikasi PeduliLindugi dalam proses jual-beli.


Luhut: Sosialisasi Penggunaan PeduliLindungi Bakal Beli Migor Curah Diperpanjang 3 Bulan
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada saat melakukan video conference melalui akun youtube resmi Kemenko Marves (YOUTUBE/ Kemenko Marves)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta untuk memperpanjang masa sosialisasi penggunaan Aplikasi PeduliLindungi dalam pembelian minyak goreng curah selama tiga bulan kedepan.

Hal itu dilakukan karena sampai saat ini banyak pengecer yang sampai saat ini belum mengunduh QR Code PeduliLindungi.

Luhut juga menambahkan, selama tiga bulan kedeoan tersebut, akan dipergunakan sebagai masa transisi dan penyuluhan sosialisasi dalam penggunaan PeduliLindungi untuk pembelian minyak goreng curah.

baca juga:

"Saya minta masa transisi dan sosialisasi penggunaan Peduli Lindungi yang tadinya dua minggu, bisa diperpanjang selama tiga bulan. Kita harus memahami proses adaptasi yang masih dibutuhkan oleh teman-teman di lapangan," ungkap Luhut lewat keterangan tertulis, Sabtu (2/7/2022).

Luhut pun juga menegaskan dengan adanya perpanjangan tersebut, masyarakat tetap dapat membeli minyak goreng curah tanpa perlu menunjukan NIK.

Akan tetapi, Luhut juga meminta kepada pengecer dan pembeli untuk segera membiasakan diri untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi dalam proses jual-beli.

"Pemerintah juga akan terus mengembangkan penggunaan PeduliLindungi sebagai alat pengawasan dan kontrol distribusi minyak goreng untuk mengantisipasi kembali terjadinya kenaikan harga minyak goreng di pasaran," ungkapnya.

Selain itu, Luhut juga berjanji untuk mendorong penyesuaian harga minyak goreng curah di luar Jawa - Bali untuk mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, ia pun juga meminta Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat pelaksanaan minyak goreng kemasan rakyat (MinyaKita).

"Untuk mengakselerasi minyak goreng kemasan perlu diberikan insentif yang menarik bagi produsen, sehingga mereka dapat bergerak lebih cepat dan pengiriman juga menjadi lebih mudah karena dapat menggunakan jalur distribusi biasa seperti kapal kontainer, tidak harus menggunakan kapal curah," terangnya.