Lifestyle

Luhut Percaya Fasilitas TPST3R Bantu Pemerintah Kurangi Sampah Plastik Hingga 70 Persen

Luhut Percaya Fasilitas TPST3R Bantu Pemerintah Kurangi Sampah Plastik Hingga 70 Persen
Peresmian Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST3R) di Kabupaten Pasuruan, Jumat (26/2/2021) (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Sampah menjadi salah satu permasalahan Idonesia yang belum juga terselesaikan hingga saat ini. Berbagai kebijakan telah ditempuh pemerintah untuk mengelola sampah. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reduce-Reuse-Recycle (TPST3R) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kedua TPST3R ini dibangun sebagai kerja sama antara pemerintah daerah Pasuruan dan Project STOP, dimana Nestlé, mitra strategis Project STOP, menjadi mitra utama dan penyandang dana utama kemitraan kota Project STOP di Pasuruan. Selain itu, mitra strategis Project STOP yaitu Borealis, pemerintah Norwegia, Nova Chemicals, Borouge dan Siegwerk juga turut mendanai Project STOP di Pasuruan.

Kedua TPST3R dilengkapi dengan sistem pemilahan dan pemprosesan sampah, alat pengelola residu, dan berbagai fasilitas pendukung untuk memproses, dan mendaur ulang sampah, baik sampah organik maupun anorganik, yang dikumpulkan dari rumah-rumah dan tempat usaha. Di TPST3R yang baru, sampah anorganik akan dipilah, didaur ulang dan dikirim ke industri daur ulang. Sementara sampah organik diproses menjadi kompos untuk digunakan bagi pertanian. Dengan begitu, sampah-sampah itu tidak sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini tentu sangat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah plastik di Indonesia.

baca juga:

“Project STOP berfokus pada pengelolaan sampah dan peningkatan manfaat sosial seperti kesehatan, perikanan, lapangan kerja, dan pariwisata. Kali ini, kami telah membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, lebih sirkular, dapat dikembangkan, dan dengan biaya lebih ekonomis di kecamatan Lekok dan Nguling, yang terletak di garis pantai dan memiliki tingkat pengumpulan sampah di bawah 1 persen,” kata Direktur Program Project STOP, Mike Webst.

Dan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, meresmikan dua fasilitas TPST3R pada hari ini, Jumat, (26/2) secara daring.

“Pihak swasta dan pemerintah harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah. Sejalan dengan ambisi pemerintah Indonesia untuk mengurangi 70 persen kebocoran sampah plastik ke laut pada 2025, kami mengapresiasi upaya dan inisiatif Project STOP, Nestlé, dan mitra lainnya untuk mendukung ekonomi sirkular dan menghentikan sampah plastik berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau lautan," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut menambahkan bahwa TPST3R sangat membantu Indonesia, khususnya Pasuruan, untuk mengatasi permasalahan sampah. Dalam kesempatan ini pula, Luhut menjelaskan kalau dengan kehadiran TPST3R ini, TPA tidak lagi bisa menjadi satu-satunya solusi dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia.

Oleh sebab itu, Luhut pun sangat mengapresiasi pembangunan dua fasilitas TPST3R karena mengajarkan masyarakat untuk belajar mengelola sampah dari rumah masing-masing.

"Saya gembira melihat pengelolaan sampah yang tengah dikembangkan di Pasuruan. Selain itu, program ini juga mengajarkan masyarkat mengatasi sampah dari skala terkecil, yaitu rumah. Ini dapat menjadi sosulsi pemberantasan masalah sampah. Ini tentu sangat diharapkan dapat mengurangi sampah ke TPA dan kebocoran sampah ke lingkungan," tegasnya.

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu