Lifestyle

Luhut Mau Tambah Jumlah Penerbangan Singapura-Bali

Luhut Binsar Panjaitan berencana menambah penerbangan langsung (direct flight) dari Singapura-Bali.  Setelah membuka perbatasan Indonesia-Singapura


Luhut Mau Tambah Jumlah Penerbangan Singapura-Bali
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan saat memberikan keterangannya terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (18/10). (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO  Pemerintah mulai membuka perbatasan Indonesia-Singapura via travel bubble, Penerbangan antara Singapura dengan Batam-Bintan pun dibuka pada hari ini (24/01).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bahkan berencana menambah penerbangan langsung (direct flight) dari Singapura-Bali.  

"Saya baru bicara sama Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) mau tambah pesawat Singapura ke Bali misal Emirate Singapura direct flight dan seterusnya tapi apakah bisa terus berjalan, we don't know (kita tidak tahu)," ujar Luhut pada konferensi pers evaluasi mingguan PPKM, Senin (24/01).

baca juga:

Luhut menambahkan, meski uji coba sudah mulai dilakukan dengan penerbangan Singapura-Batam-Bintan dan prosedur sudah dibuat dengan ketat, tak ditutup kemungkinan travel bubble kedua negara bakal dihentikan.

"Kami akan selalu evaluasi tiap minggu dan kalau kami anggap tidak bagus akan disetop, jangan bilang kita tidak konsisten, memang keputusan sejalan dengan data," jelas Luhut.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Satgas mengenai protokol kesehatan travel bubble.

Menurut Airlangga, pintu masuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) terletak Terminal Ferry Nongsapura,  Batam dan Terminal Ferry Bandar Bentan Telani, Bintan, Kepulauan Riau.

Untuk dapat masuk melalui kedua pelabuhan tersebut, Airlangga menyebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. 

Pertama, Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) mesti sudah divaksin lengkap dua dosis.

Kedua, harus menunjukkan bukti negatif covid-19 PCR paling lama 3x24 jam. Ketiga, memiliki visa izin masuk.

"Terkecuali untuk WNA Singapura yang bagian dari ASEAN," ujar Airlangga.

Keempat, PPLN juga harus memiliki asuransi senilai S$30 ribu dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Pengelola kawasan wajib membentuk satgas, baik SE atau peraturan gubernur sudah disiapkan," tutur Airlangga.

Pengelola hotel dan yang sudah memenuhi CHSE juga dipersiapkan dan dikoordinasikan oleh Satgas Covid di kawasan," imbuh Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengungkapkan keyakinannya jika kawasan Bintan siap untuk memulai travel bubble yang akan segera diumumkan pemerintah.

“Bisa saya nyatakan disini Bintan siap untuk travel dan bubble, nanti bisa saya laporkan ke bapak Menko yang nanti bapak Menko yang mengungumkan,” ujar Sandiaga Uno di Bintan, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu

Sandiaga yakin jika travel bubble ini diterapkan, maka sektor pariwisata Bintan yang selama ini terpukul bisa secara perlahan bangkit kembali. Kementerian Pariwisata dan Ekraf telah menyiapkan skema travel bubble di Batam dan Bintan selama satu tahun belakangan