News

Luhut Cs Rancang Kebijakan Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Nataru

Jokowi menginstruksikan seluruh jajarannya untuk segera mengambil langkah tegas terkait keputusan dan kebijakan mengenai peningkatan mobilitas libur Nataru


Luhut Cs Rancang Kebijakan Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Nataru
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan saat memberikan keterangannya terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (18/10). Tiga Menteri hari ini memaparkan tentang Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh jajarannya untuk segera mengambil langkah tegas terkait keputusan dan kebijakan mengenai peningkatan mobilitas yang diperkirakan akan terjadi pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

"Mengenai hal ini, Presiden juga memberikan arahan tegas kepada kami semua untuk segera mengambil langkah terkait keputusan dan kebijakan mengenai hal ini dan merancang agar tidak ada peningkatan kasus akibat liburan Nataru," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers Evaluasi PPKM secara virtual, Jakarta, Senin (25/10/2021) sore.

Sebagaimana dikutip Luhut dari hasil survei Balitbang Kemenhub, untuk wilayah Jawa-Bali yang diperkirakan akan melakukan perjalanan sekitar 19,9 juta orang, sedangkan Jabodetabek 4,45 juta orang. Menurutnya, peningkatan pergerakan penduduk ini jika tanpa pengaturan protokol kesehatan yang ketat, akan meningkatkan risiko penyebaran kasus.

"Apapun strategi yang kita lakukan, di samping vaksinasi, prokes, dan lain-lain, kita itu tetap membatasi pergerakan juga kita buat di lokasi-lokasi tertentu," tegas Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali.

Luhut menyampaikan, meskipun kasus harian positif Covid-19 di Indonesia saat ini sudah rendah, namun alangkah baiknya belajar dari pengalaman negara lain. Adapun caranya, tetap harus memperkuat 3T dan 3M supaya kasus tidak kembali meningkat, terutama menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

"Secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru," kata Luhut.

Sebagai perbandingan, ucap Luhut, selama periode Nataru tahun lalu, meskipun penerbangan ke Bali disyaratkan PCR, namun mobilitas tetap meningkat. Sehingga, pada akhirnya mendorong kenaikan kasus Covid-19, walaupun tanpa varian Delta. 

"Dapat kami sampaikan bahwa mobilitas di Bali saat ini sudah sama dengan Nataru tahun lalu, dan akan terus meningkat sampai akhir tahun ini, sehingga meningkatkan risiko kenaikan kasus," pungkasnya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menurunkan harga tes polymerase chain reaction (PCR). Hal ini menyusul kewajiban tes PCR untuk naik pesawat banjir kritik.