Ekonomi

Luhut Bilang RI Masih Bakal Impor TKA China, Apa Alasannya?


Luhut Bilang RI Masih Bakal Impor TKA China, Apa Alasannya?
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan saat memberikan keterangannya terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (18/10). Tiga Menteri hari ini memaparkan tentang Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengingatkan bahwa impor Tenaga Kerja Asing (TKA) terpaksa dilakukan karena Indonesia kekurangan tenaga sarjana teknik.

Seperti diketahui, sebelumnya kedatangan TKA China ke Morowali dan Konawe, Sulawesi Tenggara yang bekerja di Pabrik Smelter nikel menjadi polemik di masyakarat.

"Ketersedian S1 dan D3 teknik ini kurang, jika ada yang ribut datanya kita enggak punya, kita enggak punya banyak sarjana teknik, berpuluh tahun ini tak ada yang mikir," kata Luhut dalam sebuah acara Webinar, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Luhut mengatakan, saat ini pemerintah terus berupaya untuk mengurangi jumlah TKA yang bekerja Indonesia secara bertahap, sambil memenuhi kebutuhan sarjana teknik lewat pembangunan politeknik-politeknik.

"Makanya kita pakai dulu mereka, nanti bertahap kita kurangi, Morowali sekarang pegawai lokal 45 ribu orang asing 3.000," ucapnya.

Ia juga mengatakan, pemerintah juga telah membangun kampus politeknik di Morowali dan Konawe untuk memenuhi kekurangan sarjana teknik.

"Sekarang kita fokus politeknik di Morowali, dan Konawe, kita libatkan Kemenristek dan ITB dan UI, ada yang pikirkan ini? Hanya kritik saja tanpa solusi," katanya.

Mengutip data dari Kemenristek Dikti, Luhut menyebutkan pada 2019 kebutuhan sarjana teknik Indonesia sebesar 117.962 orang. Namun, ketersedian lulusan S1 teknik sebesar 20.635 orang, sehingga masih defisit sebesar 97.347 orang.

Maka dari itu, katanya, dalam upaya mendorong pemenuhan kebutuhan tenaja kerja vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri, Kemenkomarves mendorong pembangunan sejumlah politeknik di beberapa wilayah seperti Sulawesi hingga Sumatera. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co