Ekonomi

Luhut Bidik Emisi Gas Rumah Kaca Berkurang 314 Juta Ton di 2030

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah terus berupaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) lewat penerapan energi bersih.


Luhut Bidik Emisi Gas Rumah Kaca Berkurang 314 Juta Ton di 2030
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan saat hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2020 di Istana Negara, Kamis (6/2/2020). Rakornas Karthula 2020 ini mendengarkan laporan Menkopolhukam mengenai penanganan kebakaran hutan tahun 2019. Dalam rakornas tersebut juga dihadiri gubernur para bupati, Danrem, Dandim, Kapolda, Kapolres hingga Kepala BPBD dari berbagai daerah. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah terus berupaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) lewat penerapan energi bersih.

Luhut mengatakan, pemerintah terus mengupayakan terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan serta mewujudkan emisi nol bersih. Melalui Dialog Iklim Tingkat Tinggi Tri Hita Karana yang bertajuk Transisi Energi Bersih Indonesia dan Ambisi Iklim untuk Emisi Nol Bersih (Tri Hita Karana High-Level Climate Dialogue: “Indonesia’s Clean Energy Transition and Climate Ambition for Net Zero Emissions”), Kamis (15/4/2021) Luhut menyampaikan kesungguhan pemerintah dalam mewujudkan impian tersebut.

“Hari ini, kami ingin membahas tentang karbon dan energi bersih. Sampai saat ini, gugus tugas lintas kementerian kami sedang menyiapkan peta jalan NDC (Nationally Determined Contributions atau kontribusi yang ditentukan secara nasional) untuk Presiden,” kata Menko Luhut lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Melalui kesempatan ini, Menko Luhut menyampaikan, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK)/Greenhouse Gas (GHG) sebesar 29 persen dengan menggunakan sumber daya dalam negeri dan hingga 41 persen dengan bantuan internasional, termasuk keuangan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas dengan skenario bisnis seperti biasa pada tahun 2030.

“Kami berencana mengurangi 198,27 juta ton pada tahun 2025 dan hingga 314 juta ton pada tahun 2030,” ungkap Menko Luhut.

Dalam paparannya, ia menjelaskan sektor energi menyumbang 11 dari 29 persen dalam NDC kami. Sektor tersebut berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK sekitar 314-398 juta ton CO2 atau sekitar 38 persen pada tahun 2030 melalui energi terbarukan pengembangan, efisiensi energi, dan konservasi energi.

Menko Luhut juga mengatakan, saat ini pemerintah tengah merancang bauran energi nasional untuk dapat mencapai 23 persen dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 dan 31 persen pada tahun 2050.

“Strategi energi terbarukan kami meliputi panas bumi, tenaga air, solar PV, bioenergi, dan angin. Kami berkomitmen untuk mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia dan membuka calon investor untuk berpartisipasi dalam proyek energi terbarukan di masa depan,” pungkas Menko Luhut.

Luhut menyampaikan, pemerintah akan melakukan segala upaya untuk mempercepat kemajuan, termasuk menjajaki kemungkinan mencapai Emisi Nol Bersih lebih awal dari yang direncanakan. Menurutnya, Bali, Danau Toba dan kawasan ekonomi khusus dapat menjadi percontohan upaya percepatan tersebut. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu