Ekonomi

Luar Biasa, Teknologi 5G Bisa Tingkatkan Output Industri Manufaktur


Luar Biasa, Teknologi 5G Bisa Tingkatkan Output Industri Manufaktur
Karyawan bekerja di produksen sepeda di Manufacture Francaise du Cycle (MFDC) di Machecoul, Prancis, 2 Oktober 2017. (REUTERS)

AKURAT.CO Jaringan 5G yang akan mengubah sektor hiburan, komunikasi dan transportasi mungkin masih akan terjadi bertahun-tahun lagi. Namun di bidang manufaktur, teknologinya sudah membuat perbedaan yang sangat besar.

Jaringan 5G bisa 100 kali lebih cepat dari 4G, membuat komunikasi antara perangkat dan server jauh lebih cepat. Jaringan dapat dipasang di area yang relatif kecil  seperti pabrik tanpa terlalu banyak memakan tempat.

Dilansir dari CNN (23/2/2019), kombinasi kecepatan, kepraktisan, dan penghematan biaya tengah mendorong berbagai operator pabrik untuk bereksperimen dengan 5G.

Hasilnya positif, menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan secara luas di pabrik sebelum smartphone dan produk konsumen lainnya, terutama karena survei menunjukkan banyak konsumen belum bersedia membayar lebih untuk 5G.

Ericsson, salah satu penyedia peralatan 5G terbesar di dunia, bekerja sama dalam satu pengujian awal dengan Institut Fraunhofer untuk Teknologi Produksi di Jerman.

Eksperimen melibatkan pabrik yang membuat cakram berbilah logam untuk mesin jet. Dengan 4G saat ini komponen besar dibuat dalam proses penggilingan logam, membutuhkan waktu hingga 20 jam untuk menyelesaikan dan membutuhkan pemotongan yang sangat tepat untuk dibuat dalam komponen logam.

Prosedur tersebut memiliki tingkat kesalahan yang tinggi: hingga 25% sehingga harus dikerjakan ulang karena kesalahan yang disebabkan oleh getaran kecil. Seringkali, kesalahan tidak terdeteksi sampai akhir proses, yang berarti banyak barang yang gagal produksi sebenarnya.

Tetapi dengan menempatkan sensor yang menggunakan 5G langsung pada komponen atau alat penggilangan tersebut, Ericsson mampu mendeteksi kesalahan secara real time dan mengurangi tingkat kesalahan hingga hanya 15%. Biaya produksi rata-rata blade berkurang EUR3,600 (USD4,075).

Kecepatan dan keandalan jaringan 5G menunjukan tidak ada latensi, atau jeda waktu, antara perangkat dan server yang mereka gunakan untuk berkomunikasi. Dan itulah yang membuat teknologi sangat berguna bagi produsen.

"Dengan latensi satu milidetik, Anda dapat merasakan apakah ada penyimpangan dalam proses sebelum alat tersebut menyentuh pisau dan Anda dapat menghentikan mesin sebelum kesalahan terjadi," kata Åsa Tamsons, wakil presiden senior di Ericsson.

Nishith Tripathi, pakar teknologi nirkabel seluler di Award Solutions, mengatakan bahwa hanya 5G yang dapat memberikan kinerja yang diperlukan dalam pengaturan pabrik modern berbasis indutri 4.0.

"Jika 4G tidak bisa melakukan pekerjaannya, Anda membutuhkan kecepatan tinggi dan latensi rendah dari  5G untuk aplikasi dalam pabrik," katanya.

Dua fitur lainnya menjadikan 5G ideal untuk digunakan di pabrik: Jaringannya relatif mudah dipasang, dan  dapat mendukung sejumlah besar perangkat. Bangunan pabrik pada umumnya  dapat diinstalasi dengan jaringan 5G melalui antena yang diletakkan di atap.

Tripathi mengatakan teknologi 5G juga memiliki kemapuan menampung  sejumlah besar koneksi pada saat yang sama. Jika setiap peralatan di pabrik perlu dihubungkan, jaringan 5G dapat menangani beban tersebut.

Ericsson bukan satu-satunya perusahaan yang bereksperimen dengan teknologi 5G. Sebuah pabrik Bosch di Worcester, Inggris memulai uji coba 5G bulan lalu. Dan di Austin, Texas, Samsung bekerja sama dengan AT&T, perusahaan induk CNN, untuk eksperimen manufaktur 5G. []

Sumber: CNN