News

Luar Biasa, Pemerintah Tanzania Hapus Perayaan Kemerdekaan, Alihkan Dana untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Luar Biasa, Pemerintah Tanzania Hapus Perayaan Kemerdekaan, Alihkan Dana untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus
Presiden Tanzania Samia Suluhu Hassan telah membatalkan perayaan Hari Kemerdekaan, mengarahkan anggaran untuk membangun asrama bagi anak-anak berkebutuhan khusus (AP)

AKURAT.CO  Pemerintah Tanzania telah memutuskan untuk membatalkan perayaan Hari Kemerdekaan negara, yang harusnya berlangsung pada Jumat (9/12) mendatang. Sebagai gantinya, Tanzania akan mengalihkan anggaran perayaan untuk berbuat amal, membangun asrama bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Presiden Tanzania, Samia Suluhu telah mengonfirmasi langsung putusan tersebut. Begitu pula dengan Menteri Negara George Simbachawene, yang pada Senin (5/12) mengungkap bagaimana uang untuk perayaan kemerdekaan pada tahun ini telah dicairkan.

Dilaporkan acara Hari Kemerdekaan Tanzania ke-61 menelan biaya hingga USD445ribu (Rp6,9 miliar). Namun, karena telah diganti dengan acara sosial, uang ini akan digunakan untuk membangun delapan asrama di sekolah dasar di seluruh negeri.

baca juga:

Simbachawene pun menjelaskan bahwa alih-alih mengadakan pawai dan perayaan nasional lainnya, Tanzania akan memperingati Hari Kemerdekaan dengan menggelar dialog publik tentang pembangunan.

"Acara debat dan konferensi akan didahului dengan bermacam-macam jadwal kegiatan sosial dari para kepala daerah dan kabupaten, seperti membersihkan rumah sakit, sekolah, panti jompo hingga hunian bagi kelompok berkebutuhan khusus," katanya.

Di negara Afrika Timur itu, perayaan kemerdekaan biasanya ditandai dengan kemegahan dan jamuan kenegaraan.

Namun, ini bukan pertama kalinya Tanzania membatalkan perayaan tersebut.

Pada 2015, Presiden John Magufuli juga membatalkan perayaan kemerdekaan, mengalihkan dana acara untuk pembangunan jalan-jalan di ibukota komersial, Dar es Salaam. Langkah serupa ia lakukan pada tahun 2020, dimana anggaran perayaan diganti untuk membeli fasilitas kesehatan.

Presiden yang menjabat saat ini, Hassan, adalah kepala negara wanita pertama di Tanzania. []