News

Luar Biasa! Baru Dibuka Sehari, Pendaftaran Jemaah Haji Tembus 450 Ribu Orang Lebih

Saudi akan memprioritaskan jemaah yang berusia di atas 50 tahun


Luar Biasa! Baru Dibuka Sehari, Pendaftaran Jemaah Haji Tembus 450 Ribu Orang Lebih
Hanya dalam waktu 24 jam, ada lebih dari 450 ribu orang di Arab Saudi yang mendaftar haji tahun ini (AFP )

AKURAT.CO, Otoritas Arab Saudi membatasi ibadah haji 1442 H dengan kuota maksimal sebanyak 60 ribu jemaah. Namun ternyata, jumlah yang mendaftar jauh melebihi kapasitas kuota yang diberikan oleh Saudi. 

Bahkan, dalam waktu 24 jam, jumlah jemaah yang mendaftar melonjak hingga lebih dari 450 ribu orang.

Seperti diungkap Kementerian Haji dan Umrah Saudi, portal elektronik untuk jemaah haji domestik menerima lebih dari 450 ribu aplikasi dalam waktu 24 jam pembukaannya. Dari ratusan ribu pendaftaran itu, diketahui jemaah pria mendominasi jumlah total aplikasi. 

"Dari total aplikasi, pendaftaran laki-laki mencapai 60 persen, sedangkan jemaah perempuan 40 persen," kata kementerian seperti dikutip dari Arab News.

Seperti diketahui, karena masalah pandemi COVID-19, Saudi akhirnya memutuskan untuk membatasi kuota jemaah haji maksimal 60 ribu orang. Kuota itupun hanya diperuntukkan bagi warga dan penduduk lokal di sana. Dengan kata lain, jemaah dari luar negeri sementara dilarang menunaikan ibadah haji 2021.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi, Dr. Abdulfattah Mashat, juga menambahkan bahwa hanya mereka yang berusia di atas 18 tahun yang akan diizinkan memasuki tempat-tempat suci selama musim haji tahun ini.

Mashat menegaskan bahwa anak-anak tidak termasuk dalam kelompok yang menerima vaksin, karenanya mereka tidak akan diizinkan memasuki situs-situs tersebut.

Kemudian untuk pendaftaran, Mashat menerangkan bahwa Saudi menyediakan aplikasi haji melalui portal elektronik yang tersedia di semua negara. 

Namun, Mashat juga mengakui bahwa dari pendaftaran itu, Saudi akan memprioritaskan jemaah yang berusia di atas 50 tahun, dan belum pernah melakukan ibadah haji.

Menanggapi putusan itu, calon jemaah haji yang cenderung masih muda lantas mengemukakan kekhawatiran apakah mereka bisa menunaikan ziarah tahun ini.

Seperti yang diungkap salah satu pelamar haji berusia 25 tahun dari Saudi, Mohammed Gamlo. Ia mengaku ragu bisa menunaikan haji tahun ini. Sementara sebelumnya, ia tidak pernah kebagian kuota karena lamarannya selalu ditolak. Karena itulah, jika lamaran Gamlo ternyata diterima, ini akan menjadi pengalaman haji pertamanya.

"Setiap kali saya mencoba pergi haji, tidak pernah berhasil. Saya sangat senang ketika kementerian membuat pengumuman dan saya berkata pada diri sendiri bahwa saya harus menjadi yang pertama mendaftar. (Tapi) Saya memiliki banyak keraguan tentang haji tahun ini. Apakah saya bisa berhaji tahun ini atau tidak?" kata Gamlo yang diketahui bekerja sebagai pejabat senior budaya di Bupa Arabia.

Kendati demikian, Gamlo masih mengaku optimis lantaran menurutnya, pembatasan kuota jemaah tahun ini secara tidak langsung akan memudahkannhya menuju tanah suci. 

Sementara itu, pada Selasa (15/6), kementerian membagikan gambar di Twitter yang menunjukkan penyelesaian fase pertama alokasi kamp untuk para peziarah domestik.

Persiapan kementerian akan terus dilakukan hingga akhir pekan ini, sesuai dengan persyaratan dan standar kesehatan untuk menjaga kualitas pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji.

Pendaftaran jemaah haji domestik rencananya akan ditutup sebelum 23 Juni. Untuk menghindari pembatalan, paket haji harus dibeli dalam waktu tiga jam setelah pemilihan calon haji. []