News

LPSK Duga Ada Penghuni Tewas Dianiaya di 'Penjara' Rumah Bupati Langkat

LPSK menyampaikan kabar terbaru soal kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-Angin.


LPSK Duga Ada Penghuni Tewas Dianiaya di 'Penjara' Rumah Bupati Langkat
Warga mengamati ruang kerangkeng manusia yang berada di kediaman pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Rabu (26/1/2022). (ANTARA FOTO/Dadong Abhiseka)

AKURAT.CO Lembaga Perlindungan Saksi dan Konsumen (LPSK) menyampaikan kabar terbaru soal kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. LPSK melakukan investigasi dan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, pihaknya menemukan adanya dua kerangkeng manusia di dalam rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana. Selain dua kerangkeng, ada juga tempat kosong yang berada di sekitar kerangkeng yang diduga sebagai tempat masak.

"Ada dua kerangkeng. Informasi yang kami peroleh ketika penggerebekan, ketika penangkapan bupati oleh KPK, mereka menemukan ini. Ketika pertama kali ditemukan jumlah total 43 (orang). Pembagiannya berapa belum jelas. Di kerangkeng 1 itu, (penghuninya) yang lebih muda, lebih terakhir masuk," kata Edwin, pada Sabtu (29/1/2022).

baca juga:

LPSK juga menemukan dugaan penghuni kerangkeng yang meninggal karena dianiaya. Hal ini didapat berdasarkan keterangan dari pihak keluarga bahwa terdapat tanda-tanda seperti bekas luka.

"Informasi yang kita dapatkan kemarin, dan sudah kita konfirmasi terhadap keluarga adanya korban tewas yang di tubuhnya terdapat tanda-tanda luka, peristiwa (terjadi) di tahun 2019," tuturnya.

Edwin mengatakan, awalnya pihak keluarga dihubungi tentang penghuni yang tewas itu karena alasan sakit asam lambung. Pihak keluarga kemudian mendatangi lokasi dan merasa curiga karena jenazah korban sudah dimandikan, dikafankan dan tinggal dikuburkan.

"Mereka sempat membuka kafan itu terlihat di wajahnya bekas luka," kata Edwin.

Edwin menuturkan, pihaknya sudah memberikan informasi terkait hal ini kepada Polda Sumut. Berdasarkan pengakuannya, terkait benar atau tidaknya informasi ini akan diputuskan dari hasil pemeriksaan polisi.

Sebelumnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) langsung bergerak cepat terkait ditemukannya kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Mereka langsung menyambangi sejumlah pihak dan lokasi di Provinsi Sumatera Utara guna mencari fakta di lapangan.