Ekonomi

LPS: Transformasi Digital Bisa Jadi Pemicu Kebangkitan BPD

transformasi digital di industri perbankan termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD), bisa dijadikan pemicu bagi kebangkitan BPD


LPS: Transformasi Digital Bisa Jadi Pemicu Kebangkitan BPD
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO  Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, transformasi digital di industri perbankan termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) bisa dijadikan pemicu bagi kebangkitan BPD itu sendiri, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih untuk pemerataan ekonomi daerah yang berkesinambungan.

"Dengan hadirnya layanan digital keuangan saat ini, sudah seharusnya menjadi pemicu bagi BPD untuk lebih bangkit dan melihatnya sebagai peluang. BPD yang dimiliki oleh pemda diharapkan dapat lebih mendukung perekonomian daerah masing-masing, salah satunya adalah dengan implementasi transaksi digital non tunai," ujar Purbaya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/9/2021). 

Menurut dia, digitalisasi memang tren yang baik, namun industri perbankan tidak boleh terlena dan terus menjaga keamanan transaksi nasabah dengan manajemen risiko yang kuat untuk melindungi nasabah dari risiko pemanfaatan teknologi.

"LPS memiliki pengalaman dalam meningkatkan keamanan digital, dan kami pun siap untuk berbagi pengalaman kami. Selain itu BPD juga perlu untuk mempersiapkan SDM yang unggul dan melek digital," katanya.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari otoritas keuangan, LPS hadir untuk memperkuat kepercayaan masyarakat kepada industri perbankan. LPS secara intensif akan terus melakukan komunikasi publik yang efektif tentang skema penjaminan simpanan, terlebih di era digital seperti sekarang

Berdasarkan data LPS, tiering dan nominal yang dijamin oleh LPS, total simpanan BPD pada Agustus 2021 mencapai sekitar Rp655 triliun. Tiering simpanan dengan saldo Rp100 juta-Rp200 juta naik paling tinggi sebesar Rp3,38 triliun.

Dari total simpanan BPD tersebut, total simpanan yang dijamin LPS sebesar Rp293,22 triliun atau naik sebesar Rp14,46 triliun.

Untuk distribusi di Pulau Jawa, simpanan BPD tertinggi adalah BPD Jabar sebesar Rp110,23 triliun, serta jika dilihat total DPK sebagian besar masih lebih besar di Pulau Jawa sebesar 78,3%.

Sedangkan, di luar Pulau Jawa, yang terbesar adalah BPD Sumut dengan total simpanan tertinggi sebesar Rp31,72 triliun.

Sumber: Antara