Ekonomi

LPS Ramal Kredit Perbankan Tumbuh Hingga 8,9 Persen di 2022

LPS: Perkiraan ini melanjutkan perbaikan intermediasi perbankan yang akhir tahun lalu sudah tumbuh 5,24 persen.


LPS Ramal Kredit Perbankan Tumbuh Hingga 8,9 Persen di 2022
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan kredit perbankan akan tumbuh sebesar 5,1 persen hingga 8,9 persen pada tahun 2022.

"Perkiraan ini melanjutkan perbaikan intermediasi perbankan yang akhir tahun lalu sudah tumbuh 5,24 persen," ucap Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers Tingkat Bunga Penjaminan LPS di Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Dengan demikian, ia optimistis pertumbuhan kredit akan terus membaik ke depannya, meskipun belum akan tumbuh melesat kencang hingga 15 persen sampai 20 persen.

baca juga:

Hal tersebut karena lingkungan global yang masih dipenuhi ketidakpastian, utamanya berasal dari dampak pandemi COVID-19 varian Omicron, sehingga belum memungkinkan untuk mendorong kredit tumbuh hingga dua digit.

Meski demikian, fungsi intermediasi perbankan perlu terus didorong dengan kebijakan stimulus perbankan yang terukur serta mempertimbangkan stabilitas sistem keuangan.

Sementara itu, Purbaya memperkirakan dana pihak ketiga (DPK) akan tumbuh 8,5 persen sampai 9,4 persen pada tahun ini.

"Ini masih agak lambat karena sebagian uang masyarakat masih akan masuk ke sistem untuk dipakai menggerakkan perekonomian," tegasnya.

Kendati begitu, ia menilai fundamental kondisi perbankan masih relatif kuat ditunjukkan dengan rasio permodalan (CAR) industri yang berada di level 25,67 persen dan rasio alat likuid (AL/NCD) di kisaran 157,94 persen.

Tren kondisi pasar uang antar bank juga stabil dan merefleksikan likuiditas antar bank yang memadai, dengan suku bunga pasar uang antar bank IndONIA bergerak di kisaran 2,78 persen, sedangkan JIBOR satu bulan dan tiga bulan di level 3,55 persen dan 3,75 persen.

Pada periode yang sama, rata-rata LIBOR USD overnight bergerak stabil di level 0,07 persen, sementara LIBOR satu bulan naik sedikit satu basis poin (bps) ke level 0,1 persen dan LIBOR tiga bulan naik lima bps ke level 0,24 persen.

Dalam kesempatan yang sama, LPS juga memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga penjaminan (TBP) simpanan rupiah Bank Umum sebesar 3,5 persen dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar enam persen.

Kemudian, TBP simpanan valuta asing Bank Umum juga dipertahankan sebesar 0,25 persen.

"Keputusan ini dengan mempertimbangkan perkembangan yang ada, serta memperhatikan perlunya sinergi kebijakan untuk menjaga momentum pemulihan dan stabilitas sistem keuangan nasional," jelas Purbaya.

Tingkat bunga penjaminan tersebut akan berlaku untuk periode 29 Januari 2022 sampai dengan 27 Mei 2022.[]