Ekonomi

LPIPB Apresiasi Lonjakan Laba Bersih Kementerian BUMN, padahal Negara-negara Lain Minus

LPIB mengapresiasi lonjakan laba bersih yang diraih BUMN sebesar Rp26,35 triliun atau 356 persen (yoy) pada semester I 2021.


LPIPB Apresiasi Lonjakan Laba Bersih Kementerian BUMN, padahal Negara-negara Lain Minus
Gedung Kementerian BUMN (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Ilmu Politik Bangsa (LPIPB) Monisyah mengapresiasi lonjakan laba bersih yang diraih BUMN sebesar Rp26,35 triliun atau 356 persen (yoy) pada semester I 2021.

“Tentu kita bangga dengan kinerja BUMN saat ini, terlebih di tengah kondisi perekonomian yang kurang baik lantaran diterpa pandemi COVID-19," kata Monisyah dilansir dari Antara, Rabu (20/10/2021).

Menurut Monisyah, hampir semua negara di dunia mengalami penurunan kerja ekonomi dan tercatat minus. Namun melihat kenaikan drastis laba bersih BUMN di semester I 2021, memberikan harapan dan optimisme bahwa Indonesia akan sanggup keluar dari krisis serta ekonomi bisa kembali normal.

Faktor pendorong naiknya laba bersih, lanjutnya, juga karena penempatan personil yang tepat, baik di jajaran komisaris maupun direksi. Selain juga suasana kerja harmonis yang terus dibangun. Disamping itu koordinasi dan pengontrolan yang dibangun Kementerian BUMN turut andil di dalamnya.

"Semua pihak memang harus sama-sama memberi sumbangsih bagi peningkatan kinerja BUMN," kata Caretaker DPN Seknas Jokowi ini.

Guna mendukung kinerja BUMN akan lebih cemerlang, kata dia, masyarakat juga harus memberi kontribusi dengan selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan ikut vaksinasi.

"Dengan selalu menerapkan prokes dan ikut vaksinasi, rakyat juga andil dalam mendukung kinerja BUMN," imbuhnya.

Sebelumnya Erick Thohir Menteri BUMN menyebutkan secara rinci BUMN di sektor energi menyumbang pendapatan sebesar Rp60 triliun atau naik 13 persen pada semester I 2021 (yoy). Pendapatan dari BUMN jasa keuangan sebesar Rp13,7 triliun atau naik 7 persen (yoy).

Sektor pertambangan membukukan pendapatan sebesar Rp9,94 triliun atau meningkat 34 persen (yoy). Lalu, sektor kesehatan meraih pendapatan Rp9,48 triliun atau naik 163 persen (yoy), sektor manufaktur Rp7,97 triliun atau naik 55 persen (yoy), sektor perkebunan dan kehutanan Rp6,28 triliun atau naik 37 persen (yoy).

Pendapatan BUMN di sektor asuransi sebesar Rp2,84 triliun atau naik 13 persen (yoy), sektor telekomunikasi Rp 2,62 triliun atau naik 4 persen (yoy), pupuk Rp1,02 triliun atau naik 2 persen (yoy). Kemudian, sektor logistik Rp643 miliar atau naik 2 persen (yoy) dan namco Rp507 miliar atau naik 12 persen (yoy). []