News

Longgarkan Perbatasan, Jepang Bakal Buka Lagi Pariwisata Massal mulai Oktober

Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida telah mengumumkan pencabutan pembatasan ketat terkait dengan paket wisata karena pandemi virus corona


Longgarkan Perbatasan, Jepang Bakal Buka Lagi Pariwisata Massal mulai Oktober
Ilustrasi Jepang (unsplash.com/@manucosen)

AKURAT.CO, Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida telah mengumumkan pencabutan pembatasan ketat terkait dengan paket wisata karena pandemi virus corona.

Langkah itu, yang akan diberlakukan mulai bulan depan, adalah yang pertama dalam lebih dari 2,5 tahun. Kebijakan baru ini bakal membuat Jepang membuka lebar-lebar pariwisata massalnya.

Berbicara di New York City, Kishida mengatakan bahwa perjalanan individu dan penerbangan masuk bebas visa akan dilanjutkan mulai 11 Oktober. 

baca juga:

Jepang, ekonomi terbesar ketiga di dunia, kini sedang berusaha untuk terhubung kembali dengan dunia.

"Kami adalah bangsa yang berkembang dengan arus yang bebas atas orang, barang, dan modal,” kata Kishida, yang berada di Amerika Serikat untuk Majelis Umum PBB (UNGA), berbicara pada Kamis (22/9).

“Covid-19, tentu saja, mengganggu semua manfaat ini, tetapi mulai 11 Oktober, Jepang akan melonggarkan langkah-langkah pengendalian perbatasan agar setara dengan Amerika, serta melanjutkan perjalanan bebas visa dan perjalanan individu," tambahnya.

Langkah ini menandai Jepang sebagai salah satu ekonomi terakhir yang memulai kembali pariwisata dan perjalanan skala besar. Saat ini, hanya China yang belum mengumumkan rencana untuk mencabut kontrol perbatasannya yang ketat.

Negeri Sakura pada Juni mulai berani melonggarkan pembatasannya, meski masih sebagian. Sejak itu, Jepang hanya mengizinkan wisatawan dalam paket wisata dan membatasi kedatangan harian, dengan maksimum 50ribu pengunjung. 

Dalam pembatasan tersebut, para wisatawan yang datang juga wajib mengajukan permohonan visa.

Pembatasan yang ketat telah menyebabkan sebagian besar turis asing menghindari Jepang. Tercatat, hanya sekitar 8ribu pengunjung internasional yang datang ke negara itu pada Juli, dibandingkan dengan sekitar 3 juta pada bulan yang sama pada 2019.

Hingga pada satu titik, operator pariwisata dan kelompok bisnis meminta pemerintah untuk membuka kembali perbatasan. Mereka memberi peringatan, mengatakan bahwa Jepang bisa tertinggal ketika seluruh dunia belajar untuk hidup dengan virus Covid-19.

Meskipun terisolasi, Jepang telah mencatat beberapa jumlah kasus Covid tertinggi di dunia bulan lalu. Infeksi harian dilaporkan sampai mencapai hingga 250ribu kasus. Ini dianggap tinggi meskipun jumlah kematian kumulatif negara itu tetap termasuk yang terendah di seluruh dunia.

Gary Bowerman, direktur perusahaan riset perjalanan dan pariwisata Check-in Asia, mengatakan pembukaan kembali Jepang akan menjadi 'barometer utama' pemulihan perjalanan di Asia Pasifik, yang kini tertinggal dari bagian lain dunia.

“Kawasan ini adalah tujuan populer sepanjang tahun, sumber vital wisatawan dan pemain integral di sektor penerbangan Asia Pasifik,” kata Bowerman, yang perusahaannya berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Pembukaan dijadwalkan untuk musim dingin yang biasanya populer. Seperti semua negara di Asia Pasifik, bagaimanapun, pariwisata pra-pandemi ke Jepang sangat dipengaruhi oleh pasar outbound China. Laju dan skala pemulihan perjalanan masuk akan bergantung pada seberapa cepat maskapai dapat membangun kembali kapasitasnya.”

“Tentu saja ada permintaan terpendam untuk perjalanan ke Jepang, tetapi seperti pembukaan kembali negara lain yang telah kami lihat di kawasan itu, permintaan tersebut mungkin tidak segera dilepaskan.

“Saya pikir ini akan menjadi masalah pengelolaan ekspektasi dalam beberapa bulan ke depan, tetapi arus perjalanan akan mulai meningkat, baik inbound maupun outbound," tambah Bowerman. []