Olahraga

Lolos ke Final, Solskjaer Keluhkan Jadwal Padat dalam 20 Hari

Sampai final Liga Europa 2020-2021 pada 26 Mei nanti, Manchester United bakal menghadapi lima pertandingan.


Lolos ke Final, Solskjaer Keluhkan Jadwal Padat dalam 20 Hari
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, ketika mendampingi timnya menghadapi AS Roma di Roma, Italia, Kamis (6/5).

AKURAT.CO, Pelatih Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, mengeluhkan padatnya jadwal yang harus dihadapi timnya di pekan-pekan ini. Secara fisik, kata Solskjaer, sulit untuk bisa mencapai final Liga Europa 2020-2021 dengan jadwal yang mereka jalani.

Hal ini disampaikan Solskjaer setelah timnya lolos ke final Liga Europa meski kalah dari AS Roma pada laga tandang leg kedua kalah 2-3. Setan Merah–julukan MU–naik ke partai puncak setelah menang agregat 8-5 berkat kemenangan 6-2 di leg pertama pada pekan lalu di Manchester.

“(Padatnya jadwal) tidak terdengar,” kata Solskjaer sebagaimana dipetik dari BBC. “Itu dibuat oleh orang yang tidak pernah bermain sepakbola di level ini. Secara fisik tidak mungkin bagi pemain.”

Kepadatan jadwal yang dimaksud Solskjaer justru dimulai dari laga tandang ke Roma sampai dengan final versus Villareal di Stadion PGE Arena Gdansk, di Gdansk, Polandia, 26 Mei mendatang. Mereka akan bermain di lima pertandingan hanya dalam waktu kurang dari 20 hari.

Yang menjadi krusial adalah tiga pertandingan ke depan di mana laga hanya berselisih dua atau tiga hari. Ini adalah imbas dari penundaan pertandingan MU kontra Liverpool yang seharusnya dijadwalkan di Manchester akhir pekan lalu namun harus digeser karena aksi protes suporter.

Pertandingan menghadapi Liverpool digeser ke 13 Mei yang berarti mereka hanya punya waktu 50 jam untuk beristirahat setelah menjamu Leicester City pada 11 Mei. Tiga hari sebelum menghadapi Leicester, MU mesti bertandang ke markas Aston Villa pada 9 Mei dan kembali ke Old Trafford menghadapi Fulham pada 18 Mei.

“Kami membutuhkan semua orang untuk empat pertandingan (Liga Primer) ini. Ini adalah putaran yang singkat tetapi kami harus siap,” kata Solskjaer.

Tentang kekalahan kontra Roma, Solskjaer mengaku merasa aneh. Pelatih asal Norwegia tersebut mengaku timnya terlalu banyak memberi bola terhadap lawan namun beruntun memiliki David De Gea yang mengamankan gawang mereka.

“Itu adalah pertandingan yang aneh. Kami terus memberi mereka bola dan untungnya kami punya salah satu kiper terbaik di dunia. Kami ada di final dan bersiap untuk 26 Mei,” kata Solskjaer.[]

AS Roma 3-2 Manchester United

Leg Kedua Semifinal Liga Europa 2020-2021Stadion Olimpico, Roma/Kamis, 6 Mei 2021Wasit: Felix Brych (Jerman)Gol: Edinson Cavani (39’, 68’), Edin Dzeko (57’), Bryan Cristante (60’), Alex Telles (og. 84’)

AS Roma (4-2-3-1): Antonio Mirante; Bruno Peres (Davide Santon 69’), Roger Ibanez, Chris Smalling (Ebrima Darboe 30’), Rick Karsdrop; Gianluca Mancini, Bryan Christante; Henrikh Mkhitaryan, Lorenzo Pellegrini, Pedro Rodriguez (Nicola Zalewski 76’); Edin Dzeko (Borja Mayoral 76’). Pelatih: Paulo Fonseca.

Manchester United (4-2-3-1): David De Gea; Luke Shaw (Alex Telles 46’), Harry Maguire, Eric Bailly, Aaron Wan-Bissaka (Brandon Williams 46’); Fred, Donny Van De Beek; Paul Pogba (Nemanja Matic 64’), Bruno Fernandes (Juan Mata 84’), Mason Greenwood; Edinson Cavani (Marcus Rashford 73’). Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer.

 

 

Hervin Saputra

https://akurat.co