News

Lockdown Corona, Muslim Maroko Salat Berjemaah dan Zikir Bersama dari Balkon Rumah


Lockdown Corona, Muslim Maroko Salat Berjemaah dan Zikir Bersama dari Balkon Rumah
Viral warga Maroko salat berjemaah dan berzikir dari balkon mereka (The Indepentent)

AKURAT.CO, Ratusan muslim Maroko dikabarkan menggelar salat berjemaah, tetapi salat kali ini tidaklah dilakukan di masjid atau lapangan melainkan di balkon dan atap tempat tinggal masing-masing lantaran kota tengah dikunci (lockdown) karena pandemi virus corona (COVID-19).

Masjid-masjid di negara tersebut menangguhkan berbagai kegiatan ibadah untuk menghindari kerumunan yang bisa meningkatkan risiko penularan virus.

Salat berjemaah di balkon dan atap sendiri digelar oleh penduduk Tangier, sebuah kota pantai di barat laut Maroko, pada hari Sabtu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.

baca juga:

Dalam video yang dibagikan secara luas di media sosial, ratusan orang Maroko dapat didengar melantunkan zikir dan permohonan sambil meminta pertolongan Allah dalam menghadapi pandemi virus corona.

Penutupan masjid tak hanya terjadi di Maroko, tetapi juga di negara terdampak corona lainnya. Hal yang sama dialami oleh umat agama lainnya.

Di Arab Saudi, pemerintah menangguhkan kegiatan ibadah di masjid-masjid, termasuk Masjidil Haram. Di Masjid al-Rajhi Riyadh, hanya imam, muazin, dan pengurus masjid yang diizinkan masuk, sementara masyarakat umum diimbau untuk beribadah di rumah.

"Perasaan ini tak terlukiskan, menara itu menangis. Masjid-masjid itu dulu penuh dengan jemaah," kata Nasser Mohammed selaku muazin Masjid al-Rajhi, dilansir dari laman The Independent, Kamis (26/3).

Sejumlah negara muslim sangat terdampak oleh pandemi corona.

Bulan lalu, acara Tabligh Akbar di Malaysia yang dihadiri oleh 16.000 muslim dari Asia Tenggara, menciptakan vektor virus terbesar yang diketahui di wilayah tersebut - menghasilkan 670 kasus virus corona di setidaknya 6 negara.

Di Iran, kegiatan ibadah dan ziarah juga berkontribusi pada tingginya angka kasus virus corona. Kini, Iran menjadi salah satu negara yang paling parah terdampak.

Maroko sejauh ini telah mencatat 170 kasus dan 5 kematian pada 25 Maret.[]