Ekonomi

LMAN Tidak Danai Semua Pengadaan Lahan Proyek Strategis Nasional


LMAN Tidak Danai Semua Pengadaan Lahan Proyek Strategis Nasional
Proyek pembangunan Jalan Tol Cinere-Serpong di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (30/5/2020). Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) tetap melanjutkan pembangunan jalan tol. Kementerian ATR/BPN diketahui memberikan uang ganti rugi kepada masyarakat yang lahannya akan dipakai untuk pembangunan Jalan Tol Cinere-Serpong dan sebaliknya, serta Tol Serpong-Balaraja. Uang ganti rugi tersebut senilai Rp82,82 m (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menyatakan, tidak semua pengadaan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) dibiayai oleh lembaga tersebut.

Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan LMAN, Qoswara mengatakan, hanya objek kepentingan umum yang dibiayai LMAN dalam pengadaan tanah.

"Misalnya jalan tol, irigasi, pelabuhan, dan kereta api termasuk MRT, dan LRT," ucapnya dalam live Instagram, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Meski demikian, dalam pendanaan lahan tersebut, LMAN masih harus menunggu usulan dari kementerian/lembaga terkait.

Sejauh ini, kata Qoswara, LMAN sering kali melakukan pendanaan tanah atas usulan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhuhungan karena seringkali berkaitan dengan objek vital dalam PSN.

"Seringkali LMAN mendanai usulan dari Kementerian PUPR, dan Kementerian Perhubungan karena berkaitan dengan PSN yang memiliki kepentingan publik," ucapnya.

LMAN telah menyalurkan pendanaan untuk pengadaan lahan 72 Proyek Strategis Nasional dengan nilai total Rp47,9 triliun hingga Februari 2020.

Qoswara mengatakan, sejak 2016 sampai dengan 7 Februari 2020, dana yang telah disalurkan untuk pengadaan lahan 72 Proyek Strategis Nasional (PSN) mencapai Rp47,9 triliun untuk 73.580 bidang seluas 113 juta meter persegi (m2). []