Ekonomi

LKPP Raih WTP, Jokowi: Kita Ingin Setiap Rupiah Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

Menurut Presiden, WTP kali ini merupakan pencapaian yang baik di tengah tahun yang berat.


LKPP Raih WTP, Jokowi: Kita Ingin Setiap Rupiah Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat
Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) tahun 2020 di Istana Negara, Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020). ASAFF Tahun 2020 yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan hasil kolaborasi antarnegara dan antarpebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan di Asia. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo telah menerima hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Atas laporan tersebut, BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk pengelolaan di Istana. Menurut Presiden, WTP kali ini merupakan pencapaian yang baik di tengah tahun yang berat.

"WTP ini merupakan pencapaian yang baik di tengah tahun yang berat. Ini adalah WTP yang kelima yang diraih pemerintah berturut-turut sejak tahun 2016," katanya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Meski demikian, predikat WTP tersebut bukanlah tujuan akhir pemerintah. Namun, pemerintah memang ingin mempergunakan uang rakyat dengan sebaik-baiknya dan dapat dirasakan manfaatnya.

"Predikat WTP bukanlah tujuan akhir karena kita ingin mempergunakan uang rakyat sebaik-baiknya, dikelola dengan transparan dan akuntabel, memastikan setiap Rupiah yang dibelanjakan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, oleh rakyat," lanjutnya.

Tak lupa, Jokowi juga mengapresiasi kinerja BPK yang dapat menuntaskan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah di tengah pandemi yang penuh keterbatasan.

Jokowi mengaku, ke depan pemerintah akan memperhatikan rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan BPK untuk mengelola pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman, dilaksanakan secara responsif, mendukung kebijakan counter technical dan akselerasi pemulihan ekonomi dikelola secara hati-hati, kredibel, dan terukur," ujarnya. []