Tech

Lindungi Pengguna di Afghanistan, Clubhouse Hapus Info Pribadi Akun

Clubhouse mereset puluhan ribu bios dan foto pengguna Afghanistan


Lindungi Pengguna di Afghanistan, Clubhouse Hapus Info Pribadi Akun
Clubhouse (dok. BBC)

AKURAT.CO, Aplikasi audio sosial Clubhouse menjadi platform terbaru yang bergabung dengan platform sosial lainnya dalam mengambil langkah-langkah untuk melindungi privasi dan keamanan penggunanya di Afghanistan. Awal pekan ini, platform tersebut mereset puluhan ribu bios dan foto pengguna Afghanistan, dan membuat akun mereka lebih sulit ditemukan dalam pencarian.

Dilansir dari The Verge, Minggu (22/8), seorang juru bicara Clubhouse mengatakan tindakan tersebut tidak memengaruhi pengikut pengguna, dan semua perubahan dapat dibatalkan jika pengguna menginginkannya.

Clubhouse juga telah mengingatkan penggunanya di Afghanistan bahwa mereka mengizinkan nama samaran untuk tujuan hak asasi manusia atau keselamatan. Perusahaan berkonsultasi dengan pakar kebebasan berekspresi dan ekstremisme kekerasan untuk membantu menyusun pendekatannya, kata juru bicara itu.

Ketika Taliban telah mendapatkan kembali kendali atas negara itu, banyak orang di Afghanistan telah mencoba untuk menghapus foto-foto dari akun media sosial dan telepon mereka yang dapat menunjukkan hubungan dengan Barat, atau bekas pemerintah Afghanistan.

Meskipun ada larangan di banyak platform sosial, Taliban telah mampu mendorong pesannya di media sosial, menjadi seperti yang ditulis The Washington Post, canggih dalam taktik media sosial dalam upaya untuk mengubah citranya.

Sebelumnya, ada Facebook yang meluncurkan serangkaian alat dan fitur keamanan baru yang untuk melindungi pengguna di Afghanistan. Misalnya, opsi sekali klik baru yang akan mengunci profil Facebook, mencegah orang-orang yang bukan teman melihat gambar dan kiriman profil mereka.

Jejaring sosial lain seperti Twitter dan LinkedIn juga mengatakan komitmennya untuk mengamankan akun-akun warga Afganistan. Mereka menjelaskan bahwa upaya tersebut adalah cara untuk melindungi pengguna Afganistan dari Taliban yang telah mengambil alih kekuasaan.

Taliban sendiri diketahui aktif di media sosial dan secara teratur memposting video. Saat ini, mereka juga telah menemukan cara untuk menghindari pembatasan di YouTube, Facebook, dan WhatsApp. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid misalnya, terpantau telah memposting pembaruan rutin ke lebih dari 300 ribu pengikut, termasuk media internasional, di Twitter.