Tech

Lindungi Keluarga Kita, Ini 3 Tips Aman Berinternet dari Google

Internet membukakan dunia pembelajaran dan inspirasi, tetapi juga dapat memaparkan bahaya digital


Lindungi Keluarga Kita, Ini 3 Tips Aman Berinternet dari Google
Google Year in Search, Rabu (11/12) (AKURAT.CO / Rizki Sandi S)

AKURAT.CO, Tak seperti beberapa dekade lalu, saat ini internet bukan lagi sesuatu yang eksklusif. Orang dewasa hingga anak-anak sekarang hidup berdampingan dengan dunia maya. Namun, meski internet membukakan dunia pembelajaran dan inspirasi, di sisi lain juga dapat memaparkan bahaya digital yang semakin meningkat dan beragam.

Setiap keluarga punya cara berbeda terkait penerapan kebiasaan digital sehari-hari. Pada Hari Keluarga Nasional tahun ini, Google berbagi 3 tips untuk membantu keluarga menciptakan kebiasaan digital yang sehat, tidak jatuh ke perangkap misinformasi dan tetap aman saat online.

Berikanlah contoh yang baik dan pastikan diri Anda tetap aman

“Di Google, kami percaya bahwa melindungi privasi Anda dimulai dengan keamanan terdepan. Keamanan produk Google didorong oleh tiga prinsip inti, yaitu: memperlakukan informasi Anda secara bertanggung jawab, melindunginya dengan keamanan kelas dunia, dan yang terpenting adalah, membuat Anda untuk tetap memegang kendali.” jelas Veronica Utami, Direktur Marketing YouTube & NBU untuk Indonesia, Filipina, dan Asia Tenggara di Google, dalam konferensi pers virtual, Rabu (30/6).

Berkat teknologi berbasis AI, setiap harinya Google telah memblokir 100 juta upaya phishing dan 15 miliar pesan spam di Gmail. Namun, salah satu kunci penting untuk melindungi diri Anda di internet adalah memilih sandi (password) yang kuat dan sulit ditebak, khususnya untuk Akun Google Anda.

Itu sebabnya beragam peningkatan terus dilakukan untuk secara proaktif menjaga ketangguhan akun Google dan password Anda. Yang terbaru adalah cara lebih aman untuk mengautentikasi identitas Anda dan membangun perlindungan berlapis ke dalam Akun Google Anda, seperti pendaftaran otomatis pada verifikasi 2 langkah.

Kedua, dengan meningkatkan fitur Password Manager yang terpasang langsung di Chrome, Android, dan kini iOS, untuk membantu Anda membuat, mengingat, menyimpan, dan mengisi sandi otomatis di seluruh web. Di bulan Mei lalu, kami juga mengumumkan peningkatan pada Password Manager untuk secara otomatis memperingatkan Anda jika kami mendeteksi salah satu sandi yang Anda simpan telah disusupi akibat pelanggaran data yang dilakukan oleh pihak ketiga.

Bimbing keluarga Anda untuk menemukan konten yang sesuai

Tersedia sejumlah fitur keamanan keluarga yang dapat digunakan orang tua untuk membantu menjaga anak-anak dari konten yang mungkin tidak sesuai dengan usia mereka. Sebagai contoh, SafeSearch di Google yang membantu memfilter konten eksplisit di hasil penelusuran baik gambar, video, dan situs web; hingga kontrol orang tua yang tersedia di YouTube Kids yang memungkinkan orangtua untuk hanya menampilkan video yang Anda setujui, atau memilih konten yang sesuai berdasarkan usia anak Anda, hingga Family Link yang memungkinkan orang tua untuk mengawasi waktu penggunaan perangkat dan membatasi akses harian, mengelola Akun Google mereka, dan memahami dengan lebih baik perilaku anak saat menjelajahi internet.

Yang terbaru, tab "Kids" (Anak-Anak) di Google Play. Tab khusus ini berisi aplikasi yang telah ditinjau oleh pengajar dan memiliki konten berkualitas tinggi ditandai “disetujui pengajar”. Kerangka penilaiannya untuk aplikasi dan konten dapat tampil di tab ini dikembangkan melalui konsultasi dengan penilai lokal di Indonesia dan fakultas dari Harvard Graduate School of Education dan Universitas Georgetown.

Terlepas dari fitur yang tersedia, komunikasi terbuka dalam keluarga sangatlah penting. Akan tetapi, dalam survei yang sama menyebutkan bahwa lebih dari sepertiga orang tua yang diwawancarai tidak pernah membahas keamanan online bersama anak-anaknya dan lebih dari 70% orangtua yang disurvei tidak terlalu yakin bahwa anak-anaknya akan meminta tolong kepada mereka jika menghadapi situasi yang tidak aman saat online.

Jangan terjebak perangkap misinformasi

Cek fakta bukan hanya untuk para profesional. Setiap hari, orang-orang mencari bukti untuk mengonfirmasi atau menyangkal informasi yang mereka ragukan. Google Trends selama 12 bulan terakhir menunjukkan bahwa penelusuran untuk frasa “apakah benar...” lebih tinggi dari “cara bikin odading” di Google. Saat Anda pertama kali menerima informasi, biasakan diri Anda untuk mengecek faktanya supaya dapat membedakan misinformasi di internet. Misalnya:

Periksa apakah gambar digunakan dalam konteks yang tepat. Sebuah gambar juga dapat diambil di luar konteks atau diedit untuk menyesatkan orang yang melihatnya. Anda bisa menelusuri menggunakan gambar dengan mengklik kanan pada gambar atau foto dan pilih “Telusuri gambar ini di Google”.

Cari lebih banyak sumber dan liputan berita dengan menggunakan mode berita atau telusuri topik berita di news.google.com. Pastikan untuk mengklik "Liputan Lengkap" jika opsinya tersedia.

“Ada banyak alat bantuan dan program yang dapat membantu Anda membangun kebiasaan digital yang paling tepat, sekaligus mempraktikkan keamanan berinternet bagi keluarga Anda. Mari kita jadikan internet lebih aman untuk Anda, keluarga, dan semua orang. Selamat Hari Keluarga Nasional!” tutup Veronica.