News

Lima Hari Erupsi, Gunung Berapi Spanyol Ini Masih 'Muntah-muntah'

Lahar telah menghancurkan hampir 400 bangunan di La Palma, termasuk banyak rumah, di sisi barat pulau berpenduduk 85 ribu jiwa tersebut.


Lima Hari Erupsi, Gunung Berapi Spanyol Ini Masih 'Muntah-muntah'
Sebuah rumah terbakar akibat erupsi gunung berapi di Taman Nasional Cumbre Vieja, La Palma, Spanyol. (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO Sebuah gunung berapi di Kepulauan Canary Spanyol masih terus meletus dan memuntahkan lahar pada Jumat (24/9).

Dilansir dari Associated Press, lahar telah menghancurkan hampir 400 bangunan di La Palma, termasuk banyak rumah, di sisi barat pulau berpenduduk 85 ribu jiwa tersebut. Dilaporkan bahwa lahar membentang lebih dari 180 hektare dan telah memblokir 14 km jalan.

Sebagian besar penduduk pulau itu menggantungkan hidupnya pada pertanian dan pariwisata. Akibat erupsi ini, sebagian mungkin telah kehilangan mata pencaharian mereka.

Menurut pemerintah Pulau La Palma, otoritas telah mencatat 1.130 gempa di daerah itu selama seminggu terakhir setelah bubungan gunung berapi Cumbre Vieja berguncang dengan letusan lahar cair.

Baca juga: Ngeri! Aliran Lava Terjang Pemukiman Spanyol, Ratusan Rumah Tenggelam dalam 'Lautan Api'

Saat mengunjungi La Palma, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan paket tindakan untuk membantu pulau itu bangkit lagi dan kembali membangun kehidupan.

"Pemerintah Spanyol akan memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah dan infrastruktur publik, seperti jalan, jaringan irigasi, dan sekolah, serta meluncurkan kembali industri pariwisata pulau itu," janji Sanchez.

Namun, ia tak menyebutkan berapa banyak anggaran yang akan digelontorkan. Menurut penjelasannya, detail lebih lanjut bakal diumumkan usai rapat Kabinet pekan depan.

Letusan tersebut menyemburkan abu hingga 4.500 meter ke udara, menurut pasukan polisi sipil Guardia. Pemerintah setempat pun menyarankan warga untuk melindungi dari abu dengan memakai masker.

Dua sungai lahar terus meluncur perlahan menuruni lereng bukit. Para ahli pun memperkirakan aliran lahar itu tak akan menutupi 2 km yang tersisa menuju laut karena gerak majunya melambat.

Salah satu aliran lahar hampir berhenti, sedangkan yang kedua bergerak dengan kecepatan 4-5 meter per jam, menurut Guardia Civil. Keduanya setidaknya setinggi 10 meter di bagian terdepan dan menghancurkan rumah, lahan pertanian, serta infrastruktur jalan.

Menurut tim ilmuwan, aliran lahar bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Otoritas belum melaporkan adanya korban jiwa akibat erupsi tersebut. Para ilmuwan pun memantau aktivitas gunung berapi dan telah memperingatkan kemungkinan erupsi, sehingga hampir 7 ribu orang dapat dievakuasi tepat waktu.[]