Lifestyle

Jogja Kok Selalu Ngangenin Sih?

Banyak sekali cerita dan kenangan bagi orang yang telah berkunjung ke Jogja. Berikut hal-hal yang dirindukan dari Jogja


Jogja Kok Selalu Ngangenin Sih?
Pengunjung kawasan Malioboro (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Banyak sekali orang yang jatuh cinta dengan Yogyakarta. Ya, Jogja memang selalu dikangeni. Banyak dari mereka merupakan seorang traveler yang hanya sekadar pergi berlibur, maupun yang merantau untuk pendidikan sampai kurun waktu tertentu.

Ketika orang-orang tersebut telah kembali ke tempat asalnya, biasanya ada suatu momen di mana akan terasa selalu merindukan dan ingin berkunjung kembali ke Jogja. 

Banyak sekali cerita dan kenangan bagi orang-orang yang telah berkunjung ke sana. Jadi, alasan apa yang bikin kebanyakan orang selalu rindu dengan Jogja? Lihat selengkapnya di bawah ini.

Malioboro

Malioboro adalah ikon wisata di Jogja. Hampir semua wisatawan yang jalan-jalan ke Jogja, pasti menyempatkan diri untuk mampir di kawasan ini.

Di sepanjang jalan Malioboro, kamu bisa mendapatkan berbagai jenis oleh-oleh, mulai dari kaos oblong khas Jogja bernama Dagadu, tas, kerajinan tangan, batik dan masih banyak lagi. Semuanya tersedia dengan harga yang sangat miring.

Malioboro tidak hanya menjadi tempat belanja. Kawasan ini juga jadi tempat nongkrong yang seru. Di ujung jalan Malioboro dekat Monumen Serangan 11 Maret, tiap malamnya banyak anak-anak muda Jogja yang nongkrong di sana.

Kuliner murah

Ada ribuan tempat makan dan minun yang tersebar di Jogja. Banyak tempat makan baru baik tradisional maupun modern, yang selalu bertambah setiap waktu di Jogja. 

Banyak juga tempat ngopi untuk sekedar tongkrongan bersama teman-teman. Bisnis kuliner di Jogja tidak akan pernah mati.

Untuk makan dengan menu nasi + sayur + ayam + es teh di sebuh warung nasi, kamu hanya perlu mengeluarkan uang Rp 7 ribu saja. 

Coba kamu bandingkan dengan kota besar lainnya, tidak heran bila banyak mahasiswa perantauan terutama dari luar Jawa yang 'mendadak kaya' selama berada di Jogja. 

Murahnya hidup di kota Jogja, semakin terasa ketika kamu meninggalkan Jogja dan hidup di kota lain seperti Jakarta.

Angkringan

Siapa yang tidak tahu angkringan? Angkingan adalah tempat makan berbentuk gerobak dengan sistem bar, dimana kamu bakal nangkring di atas kursinya sambil ngobrol. 

Nasi kucing, gorengan dan sate jeroan adalah menu makanan utama dari angkringan. Kalau ingin makanan yang mengenyangkan, sebenarnya jangan di Angkringan. Tapi kalau pengin jajan, baru deh ke Angkringan. Ditambah sinar lampu remang-remang di dalam angkringan, itu akan selalu membuat kamu rindu Jogja.

Atraksi seniman jalanan

Kota Jogja memang gudangnya seniman. Saat sedang jalan-jalan di Malioboro, terutama pada malam hari, kamu bakalan menemukan banyak pengamen jalanan yang menyanyikan lagu untuk menghibur para pengunjung Malioboro.

Suasana seperti ini sangat Jogja banget. Saat kamu sudah meninggalkan Jogja, kadang merasa rindu dengan suara-suara pengamen di Malioboro ini.

Kampus

Seperti diketahui, Jogja merupakan kota pendidikan karena banyaknya kampus di kota ini, antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dan lain-lain.

Kampus merupakan satu hal yang paling dikangenin dari Jogja. Biasanya, mahasiswa baru lulus bakal sok-sokan berkata 'akhirnya bebas dari kampus juga' dan seakan-akan mereka membenci sama kampus, gegara skripsinya tidak terima sama dosen, misalnya.

Aktivitas mahasiswa baik didalam maupun luar kampus membuat Jogja selalu muda dan segar, layaknya kehidupan anak mahasiswa. Aura ini yang selalu hidup di sudut kotanya, yang membuat Jogja seakan selalu menyuntikkan energi baru dan segar.

Kapan ke Jogja lagi?

Ya, sabar. Setelah PPMK berakhir, kamu akan dengan bebas mengeksplore kota cantik ini.[]