Lifestyle

Cuma 20 Menit, 5 Bahaya Makan Buru-buru

Dengan durasi makan 20 menit, orang-orang bakal buru-buru dalam melahap makanan. Berikut lima bahaya makan buru-buru


Cuma 20 Menit, 5 Bahaya Makan Buru-buru
Meme kocak makan 20 menit (Twitter.com)

AKURAT.CO, Pemerintah Indonesia memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa dan Bali. Kali ini, pemerintah mengizinkan masyarakat makan di tempat atau dine in dengan durasi waktu 20 menit saja.

"Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 dan maksimum waktu makan setiap pengunjung 20 menit," ujar Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal Youtube Sekeretariat Presiden, baru-baru ini.

Waktu makan 20 menit ini menuai perdebatan di media sosial, karena dianggap terlalu singkat untuk makan di tempat.

Sebab, dengan durasi tersebut, orang-orang bakal buru-buru melahap makanan saat makan di tempat, karena adanya proses membuka masker dan mencuci tangan. Ditambah, makan buru-buru berbahaya bagi tubuh. 

Berikut lima bahaya makan buru-buru, yang dilansir dari Clean Eating. 

Obesitas

Sebuah penelitian mengatakan bahwa seseorang yang makan cepat akan mudah merasa lapar dibandingkan dengan mereka makan dengan santai. Hal ini karena makan cepat akan mengganggu hormon usus yang mengatur nafsu makan dan memberikan sinyal kapan tubuh merasa kenyang sehingga orang dengan makan terburu-buru mudah obesitas. 

Diabetes

Obesitas karena makan cepat akan menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini mengakibatkan risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Makan dengan cepat membuat tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif dan menyebabkan diabetes.

Sindrom metabolik

Resistensi insulin berhubungan dengan sindrom metabolik, yang dapat menyebabkan penyakit jantung, kolesterol, dan stroke. Sebuah studi yang melibatkan hampir 9.000 orang dengan usia 40 ke atas, mengatakan bahwa seseorang yang makan cepat lebih berisiko terkena kolesterol dan memiliki lingkar pinggang besar dibandingkan mereka yang makan lebih lambat karena resistensi insulin.

Gastritis

Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung yang menggerogoti lapisan perut. Sebuah penelitian di Korea melaporkan bahwa sebagian besar pasien mengalami tanda gastritis karena makan dengan cepat. Selain itu, mereka yang makan cepat cenderung makan berlebihan dan menyebabkan makanan lebih lama berada di dalam perut, sehingga lapisan perut terkena asam lambung.

Tersedak

Seseorang yang makan cepat lebih banyak menelan langsung makanan daripada mengunyahnya. Kondisi ini akan mengakibatkan makanan mudah tersedak di tenggorokan.

Jadi, apabila kamu tidak sanggup untuk makan di tempat selama 20 menit, lebih baik kamu membawa pulang makanan atau pesan makanan yang kamu suka lewat ojek online.[]