Lifestyle

Ketahui 5 Aturan Saat Mengunjungi Keraton Yogyakarta sebelum Berkunjung

Keraton Yogyakarta juga punya aturan yang harus dipatuhi, jika kita berkunjung ke sana. Berikut aturan - aturan yang harus kamu patuhi


Ketahui 5 Aturan Saat Mengunjungi Keraton Yogyakarta sebelum Berkunjung
Ilustrasi upacara di Keraton Yogyakarta (keraton.perpusnas.go.id)

AKURAT.CO, Siapa diantara kamu yang berencana mengunjungi Keraton Yogyakarta? Keraton Yogyakarta adalah salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya yang banyak dikunjungi wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Di Keraton Yogyakarta, kamu bisa mengunjungi empat museum; Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik.

Nah, seperti tempat wisata lainnya, Keraton Yogyakarta juga punya aturan yang harus dipatuhi, jika kamu berkunjung ke sana. Berikut aturan - aturan yang harus kamu patuhi saat mengunjungi Keraton Yogyakarta.

Tidak boleh pakai topi

Sebaiknya kamu tidak perlu memakai topi, ketika kamu berkunjung ke Keraton Yogyakarta. Meski cuaca panas sekalipun, hindari memakai topi di sini. 

Sebab, kamu bisa dianggap tidak menghormati penghuni keraton. Namun, kamu bebas memakai kerudung ataupun peci karena kedua benda tersebut merupakan perangkat ibadah. 

Banyak kejadian wisatawan yang menggunakan topi dilarang masuk Keraton Yogyakarta, sehingga menitipkan topi tersebut ke tempat penitipan barang atau memasukkannya ke dalam tas.

Tidak menyentuh koleksi museum dan alat keraton tanpa izin 

Diketahui, Keraton Yogyakarta menyimpan barang-barang bersejarah. Sama seperti museum lainnya, koleksinya pun dilarang disentuh. 

Begitu pula dengan perabotan keraton. Hal ini untuk meminimalisir kerusakan pada barang yang sudah berusia tua dan rapuh itu.

Tak boleh membawa kereta bayi, koper atau alat beroda lainnya 

Peraturan ini juga tidak tertulis, tapi jika kamu mencoba membawa barang-barang tersebut, pasti akan ditegur petugas keraton. 

Lagipula, wilayah keraton berupa undakan tangga dan pasir, sehingga membawa barang beroda juga tidak mendukung. 

Untuk itu, titiplah ke petugas jika terpaksa membawa kereta bayi, koper, atau benda beroda. 

Aturan berfoto

Di dalam keraton, setiap alat potret termasuk ponsel akan dikenakan biaya Rp1.000, sekali potret.

Kamu boleh memotret semua area, kecuali Museum Batik. Jadi, saat berada di sana, jangan memotret.

Kamu juga tidak boleh berfoto dengan membelakangi bangunan keraton. Ini karena keraton adalah simbol raja, sehingga membelakangi keraton dianggap tidak sopan.

Kemudian, kamh tak boleh ber-selfie sambil membelakangi abdi dalem, karena abdi dalem adalah pegawai kerajaan yang harus dihormati.

Duduk sembarang tempat 

Kalau habis keliling, biasanya langsung duduk dimana saja. Namun, terdapat peraturan dilarang duduk di beberapa tempat di area Keraton Yogyakarta. 

Oleh karena itu, sebaiknya kamu mematuhinya. Tak hanya peraturan dilarang duduk, peraturan dilarang melintas pun juga ada di beberapa wilayah tertentu dan sudah tertulis jelas.[]