News

Lili Pintauli Hanya Dihukum Potong Gaji, Taring Dewas KPK Dipertanyakan

Lili terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran berat melanggar etik dan pedoman pedoman perilaku.


Lili Pintauli Hanya Dihukum Potong Gaji, Taring Dewas KPK Dipertanyakan
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Sanksi yang diberikan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi kepada komisioner Lili Pintauli Siregar dinilai tidak setimpal. 

Dewas hanya menjatuhkan sanksi berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen padahal Lili terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran berat melanggar etik dan pedoman pedoman perilaku.

"Hanya dihukum potong gaji Rp1,85 juta/bulan (40% gapok) dari total penerimaan lebih dari Rp80juta/bulan. Menyedihkan," kata mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui Twitter seperti dilihat redaksi, Selasa (31/8/2021).

Menurut Febri, hukuman yang dijatuhkan tidak sepadan dengan perbuatan Lili yang berdasarkan pemeriksaan terbukti menyalahgunakan pengaruh untuk kepentingan pribadi, dan berhubungan langsung dengan pihak yang berperkara di KPK.

Febri menyebut dengan sanksi yang diberikan Dewas tersebut berarti gaji Lili dipotong sebesar Rp1,85 juta per bulan. 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2015, Lili sebagai wakil ketua KPK menerima total gaji bulanan sebesar Rp 112.541.250 dengan rincian gaji pokok Rp 4.620.000 dan tunjangan Rp 107.921.250.

Dewas menurut Febri, sebenarnya punya pilihan menjatuhkan sanksi lainnya kepada Lili selain potongan gaji tapi tidak dilakukan.

Pasal 10 ayat (4) Peraturan Dewas Nomor 2 Tahun 2020 mengatur Dewas dapat meminta pimpinan mundur dari KPK jika terbukti melakukan pelanggaran berat.

Febri menceritakan sebelum ada Dewas, jika ada pimpinan KPK diduga melanggar etik maka dibentuk Komite Etik KPK. Komposisi Komite Etik dominan diisi dari unsur tokoh masyarakat.