Lifestyle

Liburan ke Malta di Musim Panas, Kamu Dapat Insentif Jutaan Rupiah

Negara Malta berencana memberikan insentif kepada wisatawan asing yang datang pada musim panas tahun ini


Liburan ke Malta di Musim Panas, Kamu Dapat Insentif Jutaan Rupiah
Para peserta melakukan persiapan sebelum memanjat tiang yang dilapisi lemak babi untuk meraih bendera di ujung tiang 'Gostra' pada pesta perayaan agama St Julian, pelindung kota St Julian, Malta 18 Agustus 2019. Permainan panjat ‘Gostra’ ini mirip dengan panjat pinang di Indonesia. Namun yang membedakannya adalah posisi tiang yang cendrung miring 360 derajat. Permainan ini sudah menjadi tradisi warga Malta sejak tahun 1800-an. (REUTERS/Darrin Zammit Lupi)

AKURAT.CO, Demi menghidupkan kembali industri pariwisatanya yang terdampak pandemi Covid-19, negara Malta berencana memberikan insentif kepada wisatawan asing sebesar 200 euro (sekitar Rp3,4 juta), jika mereka menginap minimal selama tiga hari di Malta, pada musim panas 2021.

Menteri Pariwisata Malta, Clayton Bartolo, menjelaskan, apabila wisatawan asing memesan akomodasi di hotel bintang lima maka akan mendapat 100 euro dari Otoritas Pariwisata Malta dan 100 euro dari hotel bintang lima yang dipesan. Jadi total insentifnya 200 euro.

Dilansir dari Reuters, apabila wisatawan asing memilih hotel bintang empat maka akan menerima total insentif sebesar 150 euro (sekitar Rp 2.550.000) dan wisatawan asing yang memilih hotel bintang tiga akan mendapatkan insentif sebesar 100 euro (sekitar Rp, 1,7 juta).

Clayton mengumumkan skema tersebut pada hari Jumat, (9/4) dan menyatakan pembatasan penggerakan akibat Covid-19 akan diusahakan bisa dicabut pada 1 Juni 2021 sehingga wisatawan asing yang memesan liburan musim panas tahun ini dan secara langsung bisa mendapatkan insentif, melalui hotel-hotel lokal yang telah menerima panduan pemberian Insentif ini. Insentif ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi sekitar 35.000 wisatawan asing yang datang ke Malta.

“Skema ini bertujuan untuk menempatkan hotel-hotel di Malta pada posisi pemesanan yang sangat kompetitif, saat pariwisata internasional dimulai kembali nanti,” ujar Clayton.

Menurut Data Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia, industri pariwisata secara langsung dan tidak langsung menyumbang lebih dari 27% ekonomi Malta tetapi sektor tersebut telah terpukul oleh pandemi Covid-19.

Bahkan negara ini bisa menarik lebih dari 2,7 juta wisatawan asing pada tahun 2019 tetapi angkanya telah turun lebih dari 80% sejak virus Covid-19 terdeteksi di Malta pada Maret 2020.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu