Ekonomi

Libur Lebaran Usai, Waktunya Investor Kembali Panen Keuntungan dengan Saham Andalan

Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terkonsolidasi


Libur Lebaran Usai, Waktunya Investor Kembali Panen Keuntungan dengan Saham Andalan
Warga melihat indeks pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terkonsolidasi masih terus mencoba mengkonfirmasi break out resistance MA5 dan MA20 sebagai signal penguatan lanjutan membalikan arah trend bearish jangka pendek.

IHSG (-0.63%) ditutup melemah 37.44 poin kelevel 5938.35 sebelum ditutup libur lebaran dengan indeks sektor Industri (-2.56%) dan Teknologi (-1.24%) melemah signifikan. Investor seakan mengambil langkah aman menjelang libur lebaran ditengah fluktuasi bursa saham global.

" Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp60,33 miliar dengan saham BBRI yang mengalami aksi jual bersih sebesar Rp266,1 miliar," tutur Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (17/5/2021).

Mayoritas bursa saham Asia mengakhiri pekan dengan menguat. Indeks Nikkei (+2.32%), TOPIX (+1.86%), Hangseng (+1.11%) dan CSI300 (+2.36%) naik signifikan lebih dari sepersen. Kekhawatiran mengenai inflasi yang lebih cepat di AS mereda.

" Investor mulai menanti data pertumbuhan penjualan eceran dan produksi industri di China," imbuhnya.

Bursa Eropa mengakhiri pekan dengan optimis. Penguatan terjadi dimayoritas indeks acuan seperti FTSE (+1.15%), DAX (+1.43%) dan CAC40 (+1.54%) yang naik lebih dari sepersen.

Bursa AS mengiringi penguatan bursa global dimana DJIA (+1.06%), S&P (+1.49%) dan NASDAQ (+2.32%) naik optimis dengan imbal hasil obligasi turun untuk hari kedua berturut-turut disebabkan harga komoditas yang lebih stabil membantu meredakan kekhawatiran investor tentang risiko percepatan inflasi. Saham-saham disektor energi dan teknologi memimpin penguatan.

" Investor tampaknya mendapatkan kembali kesimbangannya pada akhir penurunan terbesar dalam 11 minggu terakhir akibat kekhawatiran tentang efek samping negatif dari inflasi yang begitu cepat," jelasnya.

Adapun untuk laju IHSG, Indikator Stochastic bergerak mendatar pada area dekat oversold dengan MACD yang terliat juga flat diarea undervalue. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan berpotensi bergerak tertahan hingga melemah dengan support resistance 5.922-5.975.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ADRO, BBRI, BRPT, CPIN, HMSP, JSMR, MNCN, RALS, TBIG," pungkasnya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co