Olahraga

LIB Pertimbangkan Bahas Liga 1 di Luar Jawa

PT Liga Indonesia Baru menerima permintaan penundaan Liga 1 Indonesia 2021-2022 sampai akhir Juli berdasarkan pemberitahuan BNPB.


LIB Pertimbangkan Bahas Liga 1 di Luar Jawa
PT Liga Indonesia Baru (LIB) kini sedang bersiap mengirim masukan dari klub soal keberlanjutan kompetisi ke PSSI. (PT Liga Indonesia Baru)

AKURAT.CO, Operator kompetisi sepakbola nasional, PT Liga Indonesia Baru (LIB), membuka kemungkinan untuk membicarakan pemindahan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia 2021-2022 ke daerah-daerah dengan tingkat penularan virus corona (COVID-19) yang relatif rendah.

Kemungkinan ini muncul mengingat Jawa sebagai area pemusatan kompetisi merupakan wilayah dengan angka penularan COVID-19 tertinggi di Indonesia. Pun demikian, LIB bertahan dengan pendapat bahwa Jawa lebih mumpuni dari segi infrastruktur disertai dengan jarak yang dekat antar stadion.

“Jadi memang begini, kalau Liga 1 kita pusatkan di Jawa, yang pertama (karena) infrastruktur, ketika kita di Jawa perpindahan satu seri ke seri lain tidak terlalu jauh dan banyak fasilitas dan infrastruktur yang bisa kita pakai,” kata Direktur Operasional LIB, Sudjarno, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (29/2).

“Jujur kita belum sampaikan (ke PSSI) apakah bisa kita buat di luar Jawa dan (perjalanan) pasti menggunakan pergerakan pesawat. Kita akan coba memungkinkan enggak skemanya, kita akan gambarkan ke federasi, kita sampaikan ke federasi.”

Wacana ini merupakan dampak surat pemberitahuan dari Satgas COVID-19 dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang meminta PSSI menunda sepakmula Liga 1 dan Liga 2 sampai akhir Juli nanti. Sedianya, Liga 1 akan bergulir pada 9 Juli sementara Liga 2 dua pekan setelahnya.

LIB sebenarnya mengklaim mereka sudah siap 85 persen untuk melakukan sepakmula Liga 1. Mereka mengaku bahwa situasi pandemi dalam beberapa waktu terakhir tidak bisa diprediksi sementara mereka sudah memberikan percontohan pada Piala Menpora, Maret-April lalu.

“Sebetulnya kita sudah meyakinkan, yang pertama uji cobanya Piala Menpora waktu itu, tapi juga COVID-nya waktu itu landai, kita tidak pernah tahu perkembangan yang terjadi kemudian hari pandemi sebegitu naiknya, bagaimana pertandingan tanpa penonton, prokes mencegah penyebaran COVID, jangan ada kluster, bubble to bubble, supaya tidak ada perjalanan pesawat,” tutur Sudjarno.

Penundaan ini juga menimbulkan konsekuensi finansial karena klub masih harus menunggu sampai akhir Juli untuk menggulirkan pertandingan. Menanggapi hal ini, LIB mengatakan akan membicarakannya dalam pertemuan dengan manajer klub.

“Terkait kompensasi ke klub tentunya setelah sikap terhadap surat BNPB kita bertemu dengan klub Liga 1 dan Liga 2,” kata Sudjarno.[]