Tech

Lewat Program SIPLah, Pintek Dorong Potensi Bisnis UKM Pendidikan dengan Digitalisasi

Lewat Program SIPLah, Pintek Dorong Potensi Bisnis UKM Pendidikan dengan Digitalisasi
Tommy Yuwono, Co Founder Pintek saat acara Pintek Edu-Gathering 2020 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (20/2/2020) (AKURAT.CO / Rizki Sandi S)

AKURAT.CO Potensi bisnis dalam sektor pendidikan menjadi bisnis yang menjanjikan, bahkan bisa menghasilkan keuntungan besar jika bisa mendapatkan supply barang di bidang pendidikan dan mampu memasarkan dengan baik. 

Proses pemenuhan kebutuhan pendidikan didukung dengan adanya program digitalisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan menghadirkan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). SIPLah telah membantu pertumbuhan bisnis pelaku usaha/UKM pada sektor pendidikan di Indonesia sehingga adanya tren peningkatan.

Hal ini terlihat dari tingginya jumlah penyedia kebutuhan pendidikan yang bergabung dengan SIPLah Telkom yang merupakan salah satu e-commerce SIPLah resmi, yang dioperasikan oleh PT Telkom.

baca juga:

Dwi Meidianty, selaku tim bisnis SIPLah Telkom mengatakan pihaknya hadir dengan tujuan untuk mempermudah akses para pelaku usaha/UKM pendidikan di Indonesia khususnya pada bidang pengadaan barang dan jasa sekolah. 

"Kami telah melihat adanya peningkatan tren secara positif dengan terus meningkatnya transaksi yang terjadi dan jumlah penyedia kebutuhan pendidikan yang bergabung didalamnya. Hingga saat ini, ada sekitar lebih dari 20.000 penyedia kebutuhan Pendidikan dengan jutaan produk yang dijual secara variatif, sudah bergabung bersama kami," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

"Hal ini menunjukkan bahwa ada keuntungan potensial yang dapat dicapai ketika para pelaku usaha/UKM Pendidikan mau beralih dari cara konvensional dan bergabung dengan mitra SIPLah," tambah dia.

Perusahaan financial technology peer-to-peer lending untuk pendidikan, Pintek telah berkolaborasi dengan SIPLah telkom pada bulan oktober lalu. Hal ini menjadi salah satu langkah Pintek dalam mendukung perkembangan pelaku usaha/UKM pendidikan khususnya yang memiliki bisnis pada pengadaan kebutuhan pendidikan di Indonesia. 

Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek mengatakan pihaknya melihat akses permodalan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha/UKM pendidikan di Indonesia.

Adanya kekurangan informasi menjadi hambatan karena UKM biasanya tidak masuk audit lembaga keuangan konvensional. Terlebih lagi, sekolah melakukan pesanan barang harus menyediakan di awal dan baru sekolah membayar sehingga memang membutuhkan modal yang besar.