Lifestyle

Level Stres yang Rendah Bisa Bantu Sembuhkan Covid-19, Benarkah?

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terinfeksi Covid-19 di RSKD Sulawesi Selatan dinyatakan sembuh lantaran pasien tidak stres


Level Stres yang Rendah Bisa Bantu Sembuhkan Covid-19, Benarkah?
Spanduk peringatan bahaya COVID-19 di zona merah RT 006 RW 01, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta, Selasa (22/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Seiring lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta, 170 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Sulawesi Selatan dinyatakan sembuh. Pasien-pasien ini dinilai sembuh karena tidak ada beban psikologis. 

Berbeda dengan orang normal pada umumnya, ODGJ sudah terbiasa menjalani isolasi. Sehingga saat masyarakat diminta untuk di rumah saja, ODGJ tidak mengalami tekanan apapun. ODGJ juga tidak menyadari betapa bahayanya Covid-19.   Selain itu, pasien ODGJ juga tidak disertai komplikasi penyakit berat. 

Hal seperti memang bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, dr Debryna, relawan tim dokter pertama di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran sudah pernah mengungkapkan bahwa pikiran positif bisa membuat seseorang lebih cepat sembuh. 

"Imunitas yang baik itu akan tercipta dari suasana hati. Baru kali ini benar-benar melihat, kalau pasien yang pikirannya bisa positif, pasien yang bisa dibawa enjoy, itu beneran cepat banget sembuhnya. Bahkan gejalanya saja bisa hilang dengan cepat," turut Debryna beberapa waktu lalu.

Senada dengan dr Debryna,seorang dokter obat keluarga di Providence Saint John's Health Center,  David Cutler, MD, menyebutkan jika stres berkontribusi pada sakit kepala, sakit perut, dan flu. Dalam jangka panjang, stres kronis dapat berkontribusi pada penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kanker gangguan pernapasan, dan masalah gastrointestinal.

Lebih lanjut, stres juga bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Pasa saat seseorang merasa stres, tubuhnya akan melepaskan hormon, seperti adrenalin, dopamin, norepinefrin, dan kortisol, yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Inilah yang menyebabkan seseorang yang stres gampang terkena penyakit. 

Sebaliknya, orang-orang tenang, tidak stres dan cenderung berpikir positif memiliki daya tahan tubuh lebih kuat yang bisa menangkal penyakit. 

Selain itu, sejumlah ahli juga mempercayai jika tubuh pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Saat seseorang stres, tubuh akan mengeluarkan hormon stres yang mempersulit penyembuhan penyakit. Apabila seseorang tidak merasakan tekanan apapun, maka tubuh akan bekerja efektif untuk menyembuhkan penyakit yang menyerangnya.