News

Lestari: Potensi Gelombang Mudik Lebih Awal Perlu Diantisipasi dengan Langkah Bijak dan Tepat

Mekanisme testing, tracing dan treatments (3T), harus diefektifkan selama lebaran Idul Fitri.


Lestari: Potensi Gelombang Mudik Lebih Awal Perlu Diantisipasi dengan Langkah Bijak dan Tepat
Penumpang menunggu waktu keberangkatan bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kalideres, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Menjelang Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah/Tahun 2020, terjadi peningkatan jumlah penumpang di terminal tersebut untuk mudik ke kampung halamannya (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pemerintah agar fenomena mudik lebih awal dan potensi gelombang mudik pada Idul Fitri 1442 H segera diantisipasi dengan langkah bijak dan tepat.

"Mudik lebih awal yang dilakukan sebagian masyarakat memang didasari banyak alasan, para pemangku kepentingan di daerah harus menyikapi fenomena ini dengan bijak dan langkah yang tepat," kata Lestari sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021, menetapkan larangan mudik dan larangan beroperasi untuk sementara sejumlah moda transportasi darat, laut dan udara mulai 6 - 17 Mei 2021.

Dia menjelaskan, pada peraturan itu, pengecualian diberikan bagi kendaraan yang memiliki tujuan khusus seperti transportasi untuk dinas, barang, logistik, mobil petinggi negara, ataupun kendaraan para satgas Covid-19. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di tanah air.

Namun, Lestari menilai, kebijakan tersebut direspon oleh sebagian masyarakat dengan melakukan mudik lebih awal. Oleh karena itu, Rerie, sapaan akrab Lestari meminta kesiapan sejumlah daerah dalam menyikapi warganya yang pulang kampung lebih awal.

"Mekanisme testing, tracing dan treatments (3T), harus diefektifkan untuk mengantisipasi penularan dari para pemudik. Para pemangku kepentingan mulai dari RT/RW, perangkat desa, kabupaten hingga provinsi, harus dilibatkan secara aktif agar proses 3T bagi para pemudik bisa dilakukan dengan baik," tegasnya.

"Apalagi, survei Kementerian Perhubungan yang dilakukan pada Maret lalu, sebanyak 11 persem responden atau sekitar 27,6 juta orang menyatakan tetap akan melakukan mudik meski ada larangan dari pemerintah, dengan tujuan daerah mudik paling banyak adalah Jawa Tengah (37 persem), Jawa Barat (23 persen) dan Jawa Timur (14 persen)," sambungnya.

Data survei tersebut, menurut Rerie, sudah seharusnya ditindaklanjuti oleh para pemangku kepentingan dengan langkah-langkah yang masif dan terukur untuk menekan terjadinya potensi penyebaran virus ke sejumlah daerah.

"Upaya sosialisasi agar masyarakat memahami tujuan kebijakan larangan mudik, harus terus dilakukan agar bisa menekan pergerakan masyarakat menjelang Lebaran 2021 ini," tandasnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu