Ekonomi

Lepas Ekspor Pertanian, Mentan Pede 7 Hari Indonesia Hasilkan Rp7 triliun

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan lebih dari Rp7 triliun nilai ekspor untuk 7 hari dilepas dari 17 bandara dan pelabuhan utama


Lepas Ekspor Pertanian, Mentan Pede 7 Hari Indonesia Hasilkan Rp7 triliun
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (30/4/2020). (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo optimis setidaknya, lebih dari Rp7 triliun nilai ekspor untuk 7 hari dilepas dari 17 bandara dan pelabuhan utama. 

Syahrul Yasin Limpo mengatakan Merdeka Ekspor merupakan ekspose kinerja Kementerian Pertanian selama 2 tahun, khususnya dimasa pandemi Covid-19 sekaligus memperingati hari Kemerdekaan Indonesia ke-76.

"Perayaan kemerdekaan adalah perayaan sebuah kebanggaan anak bangsa. Kebetulan hari ini kita yang menjalankan amanah sebagai gubernur, bupati dan ini adalah keterpanggilan kita di tengah suasana dunia, nasional yang tengah menghadapi sebuah turbulensi yang luar biasa, yaitu Covid-19," papar Mentan lewat keterangan tertulisnya, Minggu (15/8/2021).

Mentan mengatakan bahwa Covid-19 merupakan tantangan yang tidak ringan yang harus dihadapi oleh hampir semua negara.

"Bukan hanya negara besar yang sedang berjuang melawan Covid-19 ini, tapi negara-negara kecil dan menengah pun bersama-sama menghadapinya. Dan kita belum punya obat yang mujarab menghadapi Covid ini," ungkap Mentan.

Dalam perhelatan Merdeka Ekspor, Mentan menegaskan bahwa Merdeka Ekspor bukan seperti ekspor yang biasa dilakukan sebagaimana rutinitas yang dilakukan. 

"Ekspor yang kita lakukan adalah ekspor yang akan menyentuh harkat dan martabat sebagai anak bangsa. Menyoal psikologi nasionalisme kita, sekaligus menjadi bagian untuk menghadirkan optimisme bangsa besar Indonesia di dalam menghadapi turbulensi dunia," tegasnya.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor pertanian tahun 2020 mencapai Rp451,8 triliun atau meningkat 15,54% dibandingkan periode sama tahun 2019 yang hanya mencapai Rp390,16 triliun. Adapun struktur produk ekspor masing-masing adalah 89% hasil olahan dan 11% berupa produk segar.  

Sementara itu, hingga semester-I yakni Januari-Juni 2021, nilai ekspor mencapai Rp277,95 triliun atau meningkat 40,29% dibandingkan periode sama tahun 2020 yang hanya mencapai Rp198,13 triliun. Dengan struktur produk ekspor masing-masing adalah 91,75% hasil olahan dan 8,29 % berupa produk segar.