News

Legislator PKS Minta Pemeeintah Wujudkan Kemandirian Industri Farmasi Sesuai Inpres 6/2016

Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah untuk merevitalisasi upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan


Legislator PKS Minta Pemeeintah Wujudkan Kemandirian Industri Farmasi Sesuai Inpres 6/2016
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher (Dpr.go.id)

AKURAT.CO, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah merevitalisasi upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan yang sudah dijalankan selama ini. Apalagi tantangan pembangunan kesehatan semakin berat kedepannya.

"Harapannya sehat dimulai dari diri sendiri dan keluarga betul-betul bisa terwujud," ujar Netty dalam keterangan resminya, Minggu (14/11/2021).

Menurut Politisi PKS ini, kegiatan prioritas nasional di bidang kesehatan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dan lain-lain bisa tercapai apabila pemerintah memiliki perhatian penuh terhadap ketersediaan SDM di bidang kesehatan.

baca juga:

"Pemerintah harus mencetak tenaga kesehatan yang diperlukan terutama di daerah terpencil, tertinggal, dan perbatasan, atau terluar dengan mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan, pemerataan, dan keterjangkauan" katanya.

Selain itu, Netty menambahkan, ketersediaan SDM di bidang kesehatan harus juga didukung dengan kebijakan yang berpihak pada kemandirian industri farmasi.

"Dukung kebijakan terhadap pengembangan dan kemandirian di bidang industri farmasi, obat, dan alat kesehatan sebagai wujud implementasi Inpres nomor 6/2016. Jangan sia-siakan kekayaan alam kita yang banyak tumbuh tanaman-tanaman obat. Karena faktanya saat ini, mayoritas obat maupun alkes yang digunakan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia berasal dari impor," tambahnya.

Sementara itu, kata Netty, soal pengendalian penyakit menular masih menjadi tantangan selama ini. Dia mengungkapkan, sampai saat ini Indonesia kurang lebih dari 2.000 tenaga kesehatan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, kebanyakan dari mereka adalah dokter dan perawat.

"Ini harus jadi catatan serius, karena akan berdampak pada pelayanan dan fasilitas kesehatan pada umumnya" tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pandemi Covid-19 telah membuka kesempatan bagi bangsa dan negara Indonesia untuk memperbarui sistem kesehatan yang berlaku. Saat ini pula dinilai menjadi waktu yang tepat untuk bertransformasi di sektor kesehatan.

”Kita harus mampu memulai transformasi sistem kesehatan di Indonesia, sekaligus menunjukkan perubahan pada sistem kesehatan global harus dilakukan untuk memastikan anak cucu kita jauh lebih siap dibandingkan kita untuk menghadapi pandemi berikutnya,” katanya dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-57 di Jakarta, Jumat (12/11/2021).[]