News

Legislator PKS Mengutuk Keras Dugaan Eksploitasi Manusia di Langkat

"Dari kejadian ini kita harus belajar bahwa pencegahan itu penting agar tidak adanya pelanggaran HAM di dunia Ketenagakerjaan."


Legislator PKS Mengutuk Keras Dugaan Eksploitasi Manusia di Langkat

AKURAT.CO - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Alifudin, mengutuk keras Bupati Non Aktif Langkat yang diduga melakukan perbudakan dengan mengkrakeng pekerja di dalam rumah bupati. 

"Sangat mengkhawatirkan, dan saya mengutuk keras atas tindakan perbudakan ini, karena hal ini sama seperti eksploitasi manusia (penjajahan)," ucap Alifudin, Selasa (25/1/2022). 

Alifudin merasa kaget di negara yang sudah merdeka ini masih ada pekerja yang dikrangkeng, lalu diperbudak untuk melakukan pekerjaan kasar dan dalangnya diduga adalah orang nomor 1 di daerah Langkat. 

baca juga:

"Saya berharap, aparat penegak hukum, pemerintah pusat dan masyarakat harus bersama mengawal kasus ini, karena jika tidak di investigasi lebih dalam dan tidak diselesaikan kasus ini, maka khawatir akan muncul kejadian yang sama ini" tambah Alifudin 

Ketua BPW Kalimantan DPP PKS ini pun meminta kepada Kemenaker dan Komnas HAM agar bisa membuat kolaborasi program dalam mencegah kejadian perbudakan para pekerja, atau ekploitasi para pekerja. 

"Dari kejadian ini kita harus belajar, bahwa pencegahan itu penting atau membuat posko bersama aduan para pekerja di setiap daerah agar tidak adanya pelanggaran HAM di dunia Ketenagakerjaan Indonesia" tegas Alifudin. 

Sebelumnya diberitakan, Bupati nonaktif Langkat, Sumatera Utara, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Terbit Rencana Perangin-Angin, diduga melakukan kejahatan lain berupa perbudakan terhadap puluhan orang. 

Dugaan itu diungkap Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat, Migrant Care, yang menerima laporan tentang adanya kerangkeng manusia serupa penjara (terbuat dari besi dan digembok) di dalam rumah bupati yang kini berstatus nonaktif tersebut. Migrant Care kemudian melaporkan hal itu ke Komnas HAM, Senin (24/1/2022). 

Netizen kecam Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin yang memiliki kerangkeng untuk perbudakan di rumahnya. 

Kerangkeng tersebut ditemukan di rumah pribadi Terbit di Jalan Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat pada Rabu (19/1). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah tersebut dan menemukan kerangkeng setelah Terbit terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). 

Salah seorang netizen bernama @luckiestzel menyebut apa yang dilakukan Terbit sebagai sesuatu yang di luar batas. 

"Bupati langkat tuh udah di luar batas jahat anjir i don't even have any words for that kind of crime," katanya pada Selasa (25/1/2022).[]