News

Legislator PKB Tolak Aturan Wajib PCR bagi Penumpang Pesawat

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfah menolak kewajiban penumpang pesawat memiliki hasil tes PCR negatif sebelum keberangkatan.


Legislator PKB Tolak Aturan Wajib PCR bagi Penumpang Pesawat
Pesawat Garuda saat menurunkan penumpang di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (27/3/2019). Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman memberi ultimatum kepada maskapai penerbangan agar penurunan tiket pesawat di semua rute terhitung pada awal April 2019. Pasalnya, dengan kenaikkan harga tiket pesawat ini telah mengakibatkan sektor pariwisata terkena dampak. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Neng Eem Marhamah Zulfah menolak kewajiban penumpang pesawat memiliki hasil tes PCR negatif sebelum keberangkatan.

Menurutnya, kebijakan tersebut sebagai langkah mundur dalam upaya mendorong kebangkitan ekonomi di tanah air.

“Kami menilai kewajiban tes PCR bagi penumpang pesawat yang tertuang dalam Inmendagri 53/2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 di Jawa dan Bali merupakan langkah mundur bagi upaya menuju kenormalan baru seiring terus melandainya kasus Covid-19 di tanah air,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Kamis (21/10/2021). 

Neng Eem menjelaskan, pembatasan ketat selama pandemi Covid-19 dalam satu setengah tahun terakhir telah memukul industri penerbangan global termasuk di tanah air. 

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mencatat industri penerbangan global mengalami kerugian Rp2.867 triliun selama satu setengah terakhir. Nilai kerugian tersebut setara dengan 9 tahun pendapatan kolektif industri penerbangan global. 

“Di tanah air banyak maskapai penerbangan yang harus merumahkan karyawan mereka karena terus merugi. Bahkan upaya restrukturisasi utang maskapai Garuda terhambat karena minimnya aktivitas penerbangan selama pandemi ini,” ungkapnya.

Ia juga mengatakakan, melandainya pandemi Covid-19 seharusnya menjadi momentum kebangkitan industri penerbangan di tanah air. Menurut Eem, seiring dengan masifnya vaksinasi serta pendayagunaan pelacakan dari aplikasi PeduliLindungi harusnya tidak perlu lagi ada persyaratan tes PCR bagi calon penumpang pesawat terbang.

“Harus diakui jika tes PCR salah satu yang menghambat peningkatan jumlah penumpang pesawat selama musim pandemi ini. Bahkan kami mendapatkan banyak informasi jika penumpang terpaksa hangus tiketnya karena harus menunggu hasil tes PCR,” ujarnya.

Eem menambahkan, batas atas harga tes PCR bagi kebanyakan masyarakat masih tergolong harga yang tinggi. “Situasi ini tentu kian menyulitkan industri penerbangan di saat pandemi ini karena meskipun tidak ada persyaratan tes PCR jumlah penumpang pun sudah pasti turun,” katanya.