News

Legislator Minta Pemerintah Turun Tangan Turunkan Harga Minyak Goreng

Pemerintah diminta segera memperbaiki tata kelola agroindustri dengan membuat kebijakan agar harga bahan baku utama minyak goreng dapat ditekan.


Legislator Minta Pemerintah Turun Tangan Turunkan Harga Minyak Goreng
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan (Instagram/johanrosihan_)

AKURAT.CO, Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan meminta pemerintah segera memperbaiki tata kelola agroindustri dengan membuat kebijakan agar harga bahan baku utama minyak goreng dapat ditekan.

Sehingga hal itu bisa berdampak menurunkan biaya produksi yang akan membuat harga jual minyak goreng di dalam negeri dapat lebih murah dan lebih stabil.

“Pemerintah harus memiliki keberpihakan pada masyarakat selaku konsumen agar harga pangan strategis dapat lebih stabil dan terjangkau di seluruh wilayah Indonesia,” kata Johan dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (19/11/2021).

Pernyataan Johan menanggapi melonjaknya harga pangan terutama minyak goreng beberapa hari terakhir. Johan meminta pemerintah mengambil langkah tepat untuk mengendalikan fluktuasi kenaikan harga minyak goreng yang terus meningkat.

Sebagai negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, pemerintah harus punya kekuatan mengambil langkah intervensi pasar agar harga minyak goreng tidak terus melambung.

“Saya minta segera tugaskan Bulog untuk mengembalikan harga minyak goreng sesuai acuan harga yang telah ditetapkan, lakukan operasi pasar minyak goreng terutama jenis kemasan agar mudah diakses masyarakat kurang mampu,” tegas Johan.

Politikus PKS ini mendorong Bulog selaku operator pangan untuk menjual minyak goreng kemasan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan dalam Permendag No. 7 tahun 2020 mengenai Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Johan menandaskan bahwa harga acuan di tingkat konsumen adalah sebesar Rp11 ribu per liter.

“Pemerintah harus segera turun tangan melakukan operasi pasar agar harga tidak sepenuhnya tergantung mekanisme pasar," ujar Johan.

Johan menambahkan, jika saat ini posisi stok minyak goreng yang ada di Bulog sekitar 645 kilo liter maka harus segera dilakukan pembelian minyak goreng oleh Bulog dengan harga pasar kemudian menjualnya kembali sesuai dengan acuan harga yang ditetapkan pemerintah untuk konsumen sebagai bentuk subsidi harga untuk melindungi masyarakat yang kurang mampu.