Ekonomi

Legislator Ini Dukung Satgas Pangan Jatim 'Sikat' Penimbun Gula

Ia mencurigai perusahaan ini sengaja melakukan penumpukan agar bisa memonopoli perdagangan


Legislator Ini Dukung Satgas Pangan Jatim 'Sikat' Penimbun Gula
Ilustrasi : produksi gula (asosiasigulaindonesia.org)

AKURAT.CO  Wakil Ketua Komisi IV DPR, Gde Sumarjaya Linggih mendukung Satgas Pangan Polda Jatim melakukan penegakan hukum terhadap PT Kebun Tebu Mas (KTM) yang melakukan penumpukkan 15 ribu ton gula rafinasi dan 22 ribu ton gula kristal putih. Temuan ini pasca sidak yang dilakulan pada akhir April 2021 lalu.

Ia mencurigai perusahaan ini sengaja melakukan penumpukan agar bisa memonopoli perdagangan gula rafinasi.

"Setelah melakukan penumpukan, lalu entah dengan desain atau tidak, beberapa pihak lantas berteriak kelangkaan gula rafinasi akibat Permenperin Nomor 3 Tahun 2021 tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula dalam rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional," katanya dalam keterangan persnya, Sabtu (8/5/2021).

Selama ini PT KTM mengeluh tak maendapatkan izin impor bahan baku untuk produksi gula rafinasi. Kenyataannya, bahan baku sengaja ditumpuk.

"Saya rasa apa yang dilakukan oleh perusahaan ini adalah mudus yang biasa dipakai oleh para mafia pangan," ungkap dia.

Menurut dia, dalam hukum positif sudah diatur, oknum yang mengambil keuntungan dengan menimbun barang dapat dijerat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat atau terjadi hambatan kelangkaan barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 50 miliar.

"Tindakan curang seperti ini harus ditindak tegas. Mereka bermain playing victim seolah-olah menjadi korban kebijakan pemerintah, padahal ingin mecari keuntungan dengan cara yang tidak benar," tutup dia. []

Denny Iswanto

https://akurat.co