Ekonomi

Legislator: Impor Beras Jangan Sampai Rugikan Petani!

Legislator: Impor Beras Jangan Sampai Rugikan Petani!
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera turut bersedih dengan kabar perceraian Ahok dan Veronica Tan, Selasa (9/1). (AKURAT.CO/Dedi Ermansyah)

AKURAT.CO, Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengatakan kebijakan impor beras memang dapat memenuhi kebutuhan kualitas maupun harga tetapi jangan sampai mengorbankan petani di dalam negeri.

"Kedua kepentingan tersebut harus diakomodasi secara adil. Pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara ekonomi, efisiensi teknis, hingga aspek sosial," kata Mardani melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan pertanian padi di Indonesia sebenarnya sudah menghasilkan alur yang nisbi tetap, yaitu panen raya pada Februari hingga Mei, panen gadu saat kemarau pada Juni hingga September dan paceklik pada Oktober hingga Januari.

Sementara data produksi beras memperlihatkan angka surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari hingga April 2021 akan mencapai 14,54 juta ton, naik 26,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020 yang mencapai 11,46 juta ton.

Menurut Mardani pada 2018 pemerintah mengimpor beras 1,785 juta ton yang masih tersisa 106.642 ton yang oleh Bulog dinyatakan sudah turun mutunya.

"Impor bukan solusi mengatasi persoalan kesenjangan stok beras antardaerah. Saat panen, seharusnya distribusi diperkuat sehingga stok bisa disalurkan ke daerah yang defisit," tutur anggota DPR RI itu. 

Mardani mengatakan dalam kebijakan impor beras diperlukan audit produksi, konsumsi, hingga kebutuhan yang dilakukan secara transparan setiap tahun diiringi dengan evaluasi kebijakan.

Berdasarkan data audit, strategi perdagangan bisa disusun untuk menghasilkan surplus di kemudian hari.

"Dengan APBN yang semakin berat di saat pandemik, bagaimana menyediakan dana untuk impor? Bila bukan hal utama, untuk apa dilakukan?," tukasnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjamin tak akan ada impor beras saat petani lokal memasuki panen raya. Sehingga, harga beras petani lokal akan aman.

baca juga:

“Saya jamin tidak ada impor ketika panen raya. Dan hari ini tidak ada beras impor yang menghancurkan harga petani," ujar Mendag Lutfi dalam konferensi pers virtual, Jakarta, dilansir dari Antara, Jumat (19/3/2021).

Pada kesempatan tersebut Mendag menyampaikan data harga beras stabil di angka Rp11 ribu per kilogram selama sepekan terakhir. Adapun impor yang dimaksud adalah kebijakan impor sebagai pemenuhan stok di Bulog untuk berjaga-jaga.

Hal itu dipilih mengingat rendahnya daya serap gabah oleh Bulog pada Maret, di mana faktor musim hujan yang berdampak pada basahnya gabah, menjadi sebab Bulog hanya bisa menyerap 85 ribu ton gabah.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu