News

Legislator Golkar Dorong Generasi Muda Manfaatkan Sarana Digital untuk Tingkatkan Kapasitas Intelektual

Nurul Arifin menilai pandemi virus corona atau Covid-19 telah mendorong massifikasi penggunaan dunia digital oleh masyarakat.


Legislator Golkar Dorong Generasi Muda Manfaatkan Sarana Digital untuk Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Calon Wali Kota Bandung Nurul Arifin (AKURAT.CO/Avila Dwi Putra)

AKURAT.CO, Perkembangan teknologi informasi telah membawa masyarakat pada kehidupan yang serba terkoneksi, informasi dengan mudah didapat dari berbagai macam sumber.

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin berharap generasi muda dapat memanfaatkan sarana digital dalam meningkatkan kapasitan intelektual.

"Pandemi Covid-19 ini telah mendorong massifikasi penggunaan dunia digital oleh masyarakat, oleh karena itu saya berharap agar generasi muda dapat memanfaatkan sarana digital dalam meningkatkan kapasitan intelektual," kata Nurul saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "Peningkatan Kapasitas Melalui Dunia Digital" yang diselenggarakan Ditjen Aptika Kominfo RI dan Komisi I DPR RI pada Selasa (11/8/2021).

baca juga:

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aptika Kominfo RI Bonifasius Wahyu menyatakan bahwa literasi digital mutlak digalakkan di tengah – tengah arus informasi yang begitu cepat.

"Masyarakat harus paham menggunakan teknologi informasi secara baik. Literasi digital adalah perwujudan cita-cita Presiden Jokowi dalam upaya pembangunan SDM Indonesia," tuturnya.

Sementara, Aliah Sayuti dan Jessica Yo selaku generasi milenial yang kini berkecimpung dalam dunia digital sepakat mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka pengembangan skill atau kompetensi.

"Dunia digital adalah dunia baru, di sana kita bisa menjual skill yang kita miliki, maka kita sangat berpeluang mendapatkan manfaat ekonomi yang sangat besar. Hanya saja, kita memang perlu melek dengan dunia tersebut, karena di sana adalah dunia yang serba terbuka, maka kita perlu bijak dalam menggunakannya, terutama soal data privasi kita," ujar Aliah.

Meski begitu, arus informasi yang mengalir begitu cepat ke seluruh lapisan masyarakat kini menjadi tantangan tersendiri karena adanya konten-konten negatif. Kominfo sendiri menyebut konten negatif dengan serangan siber.

Kominfo telah menyiapkan tiga pendekatan dalam menghadapi serangan siber dan menangani konten negatif yang dapat menghambat perkembangan ekonomi digital.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan memaparkan ketiga strategi ini meliputi pendekatan di sisi hulu, tengah, dan hilir.

“Ketiga pendekatan ini diperlukan mengingat pentingnya keamanan siber di era digital dan terwujudnya lingkungan digital yang aman bagi masyarakat, sehingga diperlukan adanya strategi yang komprehensif dalam kultivasi kultur masyarakat yang sadar akan pentingnya literasi keamanan siber,” paparnya dalam Cyber Intelligence Forum yang berlangsung virtual dari Jakarta, Kamis (12/08/2021).[]